Khofifah minta hikmah Isra Mi'raj dijadikan semangat perkuat NKRI
Merdeka.com - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat khususnya umat muslim untuk melihat perbedaan sebagai rahmat, bukan pertentangan. Hal itu dia sampaikan saat hadir di acara muslimat NU di GOR Sidoarjo, Jawa Timur. Acara ini, sekaligus memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1438 Hijriyah.
Khofifah mengajak ibu-ibu Muslimat NU dan seluruh umat Islam di Indonesia mengambil hikmah atas peristiwa perjalanan spiritual Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang terjadi pada belasan abad silam.
"Ada padu nilai keagamaan dan kemanusiaan bisa diserap dari peristiwa besar tersebut," kata Khofifah, Minggu (23/4).
Menurutnya, hikmah Isra Mi'raj bisa dijadikan landasan pemikiran umat Islam di Indonesia untuk makin memperkuat kesatuan NKRI. "Sebetulnya, NU itu memberi satu pemikiran dan doktrin sangat komprehensif. Bagaimana membangun ukhuwah wathaniyah, semangat kebangsaan," sambung Khofifah.
Namun, lanjut Khofifah, semangat kebangsaan itu juga harus bersinergi dengan persaudaraan antarumat Islam dan antarumat manusia. "Jadi three ukhuwah: Ukhuwah insaniyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah Islamiyah ini harus seiring, tidak satu-satu."
"Ketika kita berbicara persaudaraan antar umat Islam, maka secara bersamaan kita harus mengintegrasikan dalam konteks persaudaraan kebangsaan, pada saat yang sama kita harus membangun dalam konteks persaudaraan antar sesama manusia," sambungnya.
Sehingga, NKRI dengan Bhineka Tunggal Ikanya, akan semakin kuat dan kokoh. "Jangan ada yang kita lakukan kemudian men-dekonstruksi sesuatu yang semestinya bisa kita lakukan lebih produktif lagi," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini juga menjelaskan, hikmah Isra Mi'raj yang merupakan peristiwa spiritual Baginda Rasulullah SAW menerima perintah salat lima waktu untuk bisa diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Isra mengandung pesan bagaimana umat Islam memakmurkan masjid. Artinya bagaimana? Kita secara terus-menerus melakukan aktivitas dari masjid ke masjid," paparnya.
Kemudian Mi'raj, lanjut dia, adalah momentum penting bagi umat Islam untuk menjalankan perintah Allah SWT yang disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad, yaitu menjalankan perintah ibadah salat dan memakmurkan masjid.
"Memakmurkan masjid, harus dimaknai Baitullah sebagai sumber keberkahan bagi manusia dan alam. Harus dirangkaikan dengan Alladzii baaroknaa haulahu. Kita di masjid bisa menyebarkan tetesan keberkahan, tetesan kedamaian, dan tetesan kasih," ujarnya.
"Jangan sampai ada masalah karena ada perbedaan visioner antara satu dengan yang lain. Mari kita lihat perbedaan sebagai rahmat. Bukan perpecahan."
"Dengan demikian, hati kita minal masjid ilal masjid, pikiran kita minal masjid ilal masjid, dan prilaku kita minal masjid ilal masjid. Jangan sampai dari masjid kemudian muncul pertentangan. Jangan sampai dari masjid kemudian muncul friksi-friksi keumatan," tandasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya