Khofifah-Emil hanya menang di wilayah Madura
Merdeka.com - Kampanye kedua pasangan calon (Palson) Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno mulai terlihat. Gus Ipul-Puti menguasai tiga daerah sedangkan Khofifah-Emil hanya satu daerah.
Kekuatan paslon terlihat dari hasil survei yang dilakukan PolMark Indonesia. Berdasar sebaran pemilih sosio politik, masing-masing kandidat calon gubernur ini memiliki kekuatan basis di wilayah-wilayahnya. Mataraman dengan jumlah pemilih 33,3 persen dari jumlah responden, Gus Ipul-Puti mengungguli paslon Khofifah-Emil dengan jumlah 37,0 persen untuk Gus Ipul-Puti, dan 23,8 persen untuk Khofifah-Emil.
Untuk Tapal Kuda dan Pendalungan, jumlah pemilih sebesar 25,0 persen. Dari jumlah tersebut, Gus Ipul-Puti mendapatkan suara 48,7 persen, sedangkan Khofifah-Emil mendapatkan suara 18,7 persen. Sementara untuk wilayah Arek, Gus Ipul-Puti mendapatkan suara 50,0 persen dan Khofifah-Emil sebanyak 27,0 persen.

Pasangan Khofifah - Emil hanya menang di wilayah wilayah Madura saja yakni 57,7 persen, sementara Gus Ipul-Puti hanya mampu mendapatkan suara 25,4 persen.
"Gus Ipul-Puti menguasai tiga wilayah yakni Mataraman, Tapal Kuda/Pendalungan, dan Arek, sementara Khofifah-Puti menguasai Madura dengan perolehan dukungan hingga 57,7 persen," kata Eko Bambang Subiantoro, Direktur Riset PolMark Research Center kepada Merdeka.com, Kamis (15/3).
Eko menuturkan, masing-masing pasangan calon memiliki tingkat kelebihan di masing-masing daerah. Masyarakat menentukan pilihan dan memberikan jawaban berdasar tingkat kepercayaan dan kesukaan terhadap kedua calon. Apalagi, dalam penentuan survei ini, PolMark Indonesia sengaja membagi rata jumlah responden antara laki-laki dan perempuan. Hal itu dilakukan untuk mengangkat gender, supaya tidak ada perbedaan antara keduanya di mata masyarakat.
Meski demikian, Gus Ipul-Puti lebih mendapatkan hati di mata masyarakat. Dari 1200 responden yang dijadikan ajang survei PolMark Indonesia, sebanyak 37,5 persen perempuan lebih memilih Gus Ipul-Puti, sementara Khofifah-Emil mendapatkan pilihan 32,2 persen. Artinya, pemilih perempuan juga melihat bagaimana kualitas dan sepak terjang masing-masing pasangan calon, bukan karena perempuan harus memilih perempuan dan laki-laki harus memilih laki-laki.

Hasil survei ini di luar dugaan, karena prediksi awal pemilih perempuan lebih condong kepada pasangan Khofifah-Emil. Fakta lapangan berkata lain, pemilih perempuan memilih paslon Gus Ipul-Puti dibandingkan Khofifah-Emil. "Keberpihakan perempuan kali ini lebih dipengaruhi dengan keberadaan Gus Ipul sebagai wakil gubernur Jawa Timur," ungkap Eko.
Masyarakat menilai, selama memimpin Jawa Timur bersama Gubernur Pakde Karwo, Gus Ipul yang menjadi Wakil Gubernur memiliki tingkat kepuasan cukup tinggi. Ada sekitar 68,9 persen responden yang memiliki tingkat kepuasan, sedangan tidak puas sebesar 10,5 persen, dan 20,6 persen memilih tidak mengetahuinya. "Gus Ipul sebagai wakil Pakde Karwo memiliki andil besar kecenderungan masyarakat memilihnya," ungkap dia.
Dengan menjabat wakil gubernur, maka Gus Ipul memiliki tingkat kepopuleran dan kedisukaan lebih tinggi. Tingkat kepopuleran Gus Ipul bisa mencapai 87,1 persen dan kedisukaan sebesar 72,9 persen, sedangkan Khofifah memiliki tingkat kepopuleran sebesar 84,1 persen dan kedisukaan sebesar 64,4 persen. "Jabatan Gus Ipul sebagai wakil ini menguntungkan," papar Eko. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya