Ketum PPP klaim ogah paksa Jokowi gandeng kader jadi cawapres

Romi menegaskan PPP akan tetap mendukung Jokowi meski kadernya tidak digandeng menjadi cawapres. Sebab, kata Romi, dukungan PPP kepada Jokowi tanpa syarat.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ketum PPP klaim ogah paksa Jokowi gandeng kader jadi cawapres
Ketum PPP Romahurmuziy. ©2018 Merdeka.com/Nuryandi

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengklaim tak akan memaksa atau menyodorkan diri agar dipilih untuk mendampingi Joko Widodo sebagai cawapres di Pemilu Serentak 2019. PPP memberikan keleluasaan kepada Jokowi memilih pendampingnya.

"Tidak perlu kita menyodorkan diri, memaksa-maksa, karena sekarang yang dibutuhkan adalah Indonesia yang aman, damai, tenteram," kata Romi di Hotel Patrajasa, Semarang, Jakarta, Sabtu (14/4).

Romi menegaskan PPP akan tetap mendukung Jokowi meski kadernya tidak digandeng menjadi cawapres. Sebab, kata Romi, dukungan PPP kepada Jokowi tanpa syarat.

Menurutnya, Jokowi akan kesulitan jika partai pendukungnya menyodorkan satu per satu kader sebagai cawapres. PPP, tidak ingin membuat Jokowi pusing memikirkan masalah cawapres.

"Itulah maka kita tak menambah kepusingan Pak Jokowi kita hanya ingin memberikan kenyamanan dan pilihan seluas-luasnya agar Pak Jokowi memiliki pilihan yang jernih berdasarkan kebutuhan yang beliau pikirkan," klaimnya.

Dia mengakui banyak kader di wilayah yang meminta Romi menjadi cawapres Jokowi. Namun, usulan itu masih harus dikaji mendalam oleh pengurus DPP.

"Tentu saya tidak bisa menjawab sendirian, maka saya sampaikan kepada Majelis Syariat ini harus dibahas bersama karena kami DPP (Dewan Pimpinan Pusat) membutuhkan pedoman," tandas Romi.

Rekomendasi