Ketum PKB harap Pancasila semakin tersebar dan diserap masyarakat
Merdeka.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengajak seluruh masyarakat terus menghayati makna Pancasila sebagai dasar negara. Dia juga meminta pemilik dan para pegiat media terus menyebarluaskan Pancasila.
"Kita mengimbau, hendaknya sediakan slot sedikit lah untuk mensosialisasikan Pancasila yang bisa diserap masyarakat tanpa harus ada UU, aturan," kata Cak Imin usai mengadakan pertemuan dengan tokoh partai politik dan tokoh lintas agama di kediamannya, Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa (23/5).
Dia meminta media menyediakan bagian khusus guna mengenalkan pelbagai nilai Pancasila dengan kreatif, inovatif, dan mudah dicerna. Menurutnya, jika masih enggan, parlemen bisa membuat aturan untuk itu ke depannya.
"Kalau enggak sukarelawan, kita bisa minta presiden, bikin aturan, di DPR juga. Bikin slot Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa bernegara," katanya.
Dia menambahkan Pancasila sebagai dasar negara telah disepakati bersama sebagai pegangan hidup, cara bernegara. Semua para pimpinan, tokoh politik terus mendorong masyarakat menjadikan Pancasila sebagai cara hidup berbangsa dan bernegara secara final.
Politisi Golkar, Ridwan Hisjam pun mengajak rakyat agar kembali ke fitrah kebangsaan. Karena menurutnya, bangsa ini adalah bangsa secara umat adalah fakta adanya. Pimpinan eksekutif, pemimpin agama, pemimpin politik harus bersatu. Ridwan menyebut perbedaan memang ada tapi harus disatukan.
"Kita juga harus memberi contoh agar rakyat juga menyatu," pungkasnya.
Politisi Partai Hanura, Benny Pasaribu juga mengatakan empat pilar, yaitu Pancasila, UUD 45 NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sudah tidak ada tawar menawar. Kalaupun ada perbedaan agama, suku, ras golongan, itu harus jadi modal pembangunan nasional.
"Untuk mencapai keadilan sosial. Supaya kembali pulih kebersamaan, supaya dingin kembali, saya yakin bangsa ini teruji berkali-kali," terang Benny.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya