Ketimbang Sandiaga, Kunjungan Jokowi ke Pasar Dinilai Lebih Banyak Disukai Pedagang
Merdeka.com - Pedagang dinilai lebih menyukai kedatangan Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi), ketimbang Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. Hal ini terlihat dari kunjungan Jokowi yang mendapat sambutan luar biasa dari pedagang dan pengunjung pasar Pelem Gading Cilacap beberapa waktu lalu. Sedangkan Sandiaga diusir di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Saya tahu pengusiran Pak Sandiaga oleh pedagang dari video yang tersebar luas di WA pedagang dan YouTube, di waktu yang sama Pak Jokowi disambut saat datang ke Pasar Pelem Gading Cilacap. Menurut saya itu kenyataan yang terjadi memang patut dilakukan pedagang, karena kegiatan kunjungan Pak Jokowi disukai banyak pedagang. Tapi kegiatan Sandiaga di pasar tersebut dan manapun sudah mengganggu pedagang dan juga pengunjung pasar," kata Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad dalam keterangan tertulis, Rabu (26/2).
Kegiatan Jokowi berkunjung ke pasar tradisional dianggap bisa menambah reaksi masyarakat ingin ikut juga berkunjung ke pasar. Hal ini berbeda dengan Sandiaga. Kedatangan Cawapres 02 tersebut dinilai mengganggu aktivitas pedagang dan pembeli.
"Pengusiran Sandiaga bersama timses-nya yang jumlahnya juga ratusan karena menghambat pengunjung yang ingin berbelanja di pasar, sehingga pedagang resah serta khawatir pasar jadi sepi pembeli dan menurun," tegas rosyid.
Lebih lanjut rosyid juga membantah pernyataan Sandiaga terkait melonjaknya harga bahan kebutuhan pokok masyarakat, sehingga menyebabkan menurunnya jumlah pembeli.
"Padahal kenyataan di lapangan tidak seperti itu. Harga-harga pangan kebutuhan pokok masyarakat stabil dan harga yang dijual di pasar tradisional lebih murah daripada minimarket, supermarket yang harganya sudah pasti tidak bisa tawar menawar seperti di pasar. Selain bisa tawar menawar, di pasar tradisional juga sangat mudah dijangkau tersedianya berbagai jenis apapun kebutuhan masyarakat dibandingkan di pasar modern," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Sandiaga ditolak saat mendatangi TPI Labuan Bajo, Selasa (26/2). Kejadian itu diketahui dari rekaman video yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut bermula dari Sandiaga dan sejumlah massa pendukungnya berkerumun tepat di depan tempat jualan salah seorang pedagang.
Si pedagang marah dan melarang massa yang hendak meminta swafoto dengan Sandiaga. Lalu, si pedagang sempat mengeluarkan kata-kata kasar karena ada massa yang hendak berdiri di atas lapak jualannya.
"Jangan injak di atas (lapak). Jangan injak di atas. Orang mau datang belanja di sini. Keluar. Tidak boleh. Orang mau datang belanja di sini," kata pedagang.
Sandi menerangkan, pedagang yang diketahui bernama Kornelis itu marah lantaran banyaknya pendukung Prabowo-Sandi yang berkumpul di daerah tersebut menutupi dagangannya.
"Biasalah relawan kan berebut ada yang model-model gini kan. Ada yang naik-naik ke atas, terus penjaga tokonya marah. Ada yang diinjak-injak ikannya, ada yang disuruh turun," kata Sandiaga Uno di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, (27/2).
Meski ada kejadian tersebut, kata Sandi, pedagang ikan di kawasan itu tetap mengizinkan dirinya berkampanye. "Lalu saya sampaikan, boleh kita lanjutkan di sini? boleh, boleh," tuturnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya