Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketika Orangutan Makan Ketupat Lebaran

Ketika Orangutan Makan Ketupat Lebaran Anak orangutan bernama Bonbon. ©2019 AFP PHOTO/SONNY TUMBELAKA

Merdeka.com - Taman Margasatwa Ragunan menayangkan siaran langsung aktivitas dua orangutan Sumatera, Ratna dan Dio. Antusias warga cukup tinggi untuk menyaksikan siaran langsung melalui akun Instagram @ragunanzoo.

Selain menghibur, siaran langsung itu juga menyampaikan sejumlah informasi seputar orangutan. Azizah, perawat orang utan mengatakan bahwa saat ini Taman Margasatwa Ragunan menampung puluhan ekor orangutan. Selama masa pandemi Covid-19, dia memastikan pakan orangutan terpenuhi. Pakan orangutan adalah buah-buahan dan sayur-sayuran.

"Jadi bukan hanya pisang saja. Orangutan juga suka buah-buahan lainnya," kata Azizah, Minggu (31/5).

Masih dalam rangka lebaran 1441 Hijriah, Ratna dan Dio diberikan ketupat spesial. Dalam siaran tersebut, Dio yang berusia 7 tahun memakan ketupat yang tergantung di rantai-rantai dan pepohonan.

Azizah menuturkan isi ketupat tersebut adalah kismis, kurma, dan kacang-kacangan. Sementara Ratna, ibu dari Dio, yang berusia 22 tahun juga terlihat lahap memakan ketupat.

Azizah menerangkan, bersih-bersih kandang orangutan harus hati-hati. Sebab, orangutan juga memiliki rasa stres dan risih jika ada aktivitas manusia di dekatnya.

"Kita ada SOP-nya kalau bersihin kandang orangutan itu. Orangutannya dipindah ke kandang sementara, selesai dibersihkan kita pindahin lagi" terang Azizah.

Warga yang menyaksikan siaran secara virtual kemudian penasaran apakah orangutan pernah mandi atau tidak. Menurut Azizah, orangutan tidak pernah mandi. Hanya saja, tiap kali kandang dibersihkan sesekali orangutan disemprot air menggunakan selang.

Azizah kemudian menjelaskan perbedaan ciri fisik orangutan jantan Kalimantan dan Sumatera.

Untuk orangutan jantan Kalimantan bentuk pipinya melebar ke samping, sementara orang utan jantan Sumatera menggelambir ke bawah. Perbedaan fisik lainnya ada pada bulu.

Orangutan Sumatera memiliki bulu berwarna terang sedangkan Kalimantan cenderung lebih gelap. Postur badan orangutan Sumatera lebih kecil dibanding Kalimantan.

Informasi lain yang disampaikan Azizah adalah masa bunting orangutan hampir sama dengan manusia yakni 8,5 bulan.

"Dan orangutan hanya mengandung 1 ekor bayi orangutan. Jarang sekali kami menemukan orangutan mengandung bayi orangutan kembar," ujarnya.

Lebih lanjut, masa hidup orangutan rata-rata 40-50 tahun jika hidup di alam liar.

"Kalau di alam liar masa hidup orang utan bisa 40 sampai 50 tahun, kalau di penangkaran bisa lebih lama, sekitar 55 tahun karena orang utan tidak terancam dari perburuan satwa liar, pembebasan lahan dan ancaman-ancaman lainnya," jelas Azizah.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP