Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketika Nyonya-nyonya Istana tak lagi 'memuaskan'

Ketika Nyonya-nyonya Istana tak lagi 'memuaskan' Nyonya-nyonya Istana. Nyonya nyonya Istana

Merdeka.com - Butet Kartarajasa menampilkan pentas komedi satir berjudul "Nyonya-nyonya Istana". Seperti karya-karya Butet sebelumnya, pementasan komedi yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM) 17-18 November ini penuh suasana gayeng dan menohok penguasa.

Pertunjukan diawali dengan sesi pemotretan Kabinet Indonesia Jilid Terakhir di depan Istana Merdeka. Presiden diperankan langsung oleh Butet Kertaradjasa, Ibu negara, Any diperankan oleh pelawak kawakan, Yu Ningsih. Sementara para menteri kabinet diisi oleh Menteri BUeMBer (Cak Lontong), Menpora (Marwoto), Menbudpar (Wisben), Menteri Kesehatan Gigi (Joned), Menkominfollow (Budiono Darsono).

Istri-istri menteri diperankan oleh para sosialita seperti Amie Ardhini yang merupakan presenter televisi, pemilik seni Vivi Yip dan Jais Hadiana Dirga Widjaja, para tokoh yang bergelut di bidang komunikasi massa seperti Febrianti Nadira dan Cicilia King.

Seperti judulnya, "Nyonya-nyonya Istana" mengisahkan tentang siapa sebenarnya penguasa Istana. Para istri, baik Ibu Negara atau pun istri para menteri ternyata yang memegang kendali, bukan para suami, dari mengurus negara hingga sampai urusan ranjang. Bahkan, untuk pidato sekali pun, sang presiden juga diautur oleh Ibu Negara.

Para nyonya istana tampak centil dengan dandanan ala sosialita. Mereka tampak merecoki sang suami yang sedang sidang kabinet. "Papi, jangan lupa proyek buat perusahaanku ya," kata salah seorang istri menteri saat suaminya sedang sidang kabinet.

Tapi sayangnya, dalam cerita ini para nyonya istana tidak memerankan perannya secara maksimal. Mereka seolah cuma sebagai bumbu-bumbu saja, sedangkan tokoh-tokoh sentral tetap dipegang para bapak Istana yang memang lebih lucu.

Menurut salah seorang penonton, Ririn, sosok para nyonya istana kurang ditonjolkan, meskipun dia menyadari bahwa para istri menteri ini adalah para pemain teater dadakan, kecuali Yu Ningsih.

"Inti peran nyonya dalam istana kurang ditonjolkan," kata Ririn kepada merdeka.com, Minggu (18/11).

Ririn mengaku bosan saat menonton teater yang berlangsung kurang lebih 3 jam tersebut. Menurutnya, sang sutradara Hanung Bramantyo kurang maksimal dalam menata cerita.

"Boring banget, membosankan. Alurnya panjang sekali, 3 jam dan tidak ada klimaks," sesal Ririn yang memang selalu menonton pertunjukan teater karya Butet dalam berbagai pagelaran.

Ririn juga mengaku terganggu dengan para banci yang ikut memeriahkan pementasan. Kalau pun toh bertujuan untuk menyegarkan suasana, kenapa harus banci yang dihadirkan.

"Peran banci gak penting. Kenapa harus ada banci," tuturnya.

Namun demikian, masih menurut Ririn, monolog Butet lumayan bagus dan menghibur, meskipun tetap saja tidak sesuai dengan konteks cerita. "Butet monolognya bagus, tapi tidak ada korelasinya sama nyonya-nyonya Istana," imbuhnya.

Butet memang sempat beradegan monolog dalam pementasan Nyonya-nyonya Istana. Seperti biasa, berperan sebagai Presiden RI, butet curhat betapa susahnya menjadi presiden. Kalau sering tampil dianggap pencitraan, tapi kalau menghilang, banyak yang mencari kemana presiden berada.

Dalam monolognya, Butet juga sempat menyindir Rhoma Irama yang hendak nyapres.

"Yang jadi presiden malah sibuk jadi penyanyi, nah ini ada penyanyi kok malah pengen jadi presiden," seloroh Butet disambut tawa ratusan penonton.

Secara keseluruhan pementasan ini memang mengundang gelak tawa. Para pelawak kawakan seperti Marwoto, Yu Ningsih, dan Susilo atau Denbaguse Ngarso, serta Butet sendiri memang menjadi tokoh sentral yang membuat pementasan jadi hidup. Namun demikian, peran pemain teater dadakan juga tak kalah membuat lucu, seperti jurnalis Budiono Darsono dan Amie Ardhini, meskipun agak kaku.

"Jadi memang kelihatan sih, mana yang terbiasa main teater dan bukan," kata salah seorang penonton, Syafira usai menyaksikan pertunjukan semalam. (mdk/war)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP