Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kesaksian Pria di Garut Nekat Injak Kitab karena Takut Kehilangan Pacar

Kesaksian Pria di Garut Nekat Injak Kitab karena Takut Kehilangan Pacar Polisi amankan pria yang injak kitab di Garut. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - HK, pria asal Garut Jawa Barat mengaku tidak bermaksud melecehkan agama, lantaran aksinya menginjak kitab Majmu Kamil Syarif Kamil. Perbuatan tersebut dilakukan sebagai bentuk sumpah setia kepada pacarnya berinisial A.

"Saya berasal dari Karangpawitan memohon maaf khususnya kepada umat Muslim di Garut dan umumnya ke umat Muslim di mana saja di seluruh dunia," ujar HK sambil menangis di hadapan Kapolres, Dandim, Bupati, Ketua MUI, Ketua FKUB dan wartawan, Garut, Selasa (31/12).

Dia mengaku melakukan itu karena A meminta bersumpah atas keseriusan hubungan asmara. HK mengatakan bahwa A adalah perempuan asal Purwakarta dan sudah beberapa tahun menjadi TKW di Qatar.

Selama berpacaran, HK mengaku hanya menghubungi melalui Facebook dan WhatsApp. Dan beberapa bulan ke belakang, A diketahui cemburu karena melihat postingan akun Facebook dengan nama Deni Suherman isinya mirip dengan akun milik HK.

"Amenuduh akun Deni Suherman itu milik saya, padahal setelah HP saya jatuh saya tak punya akun Facebook. Supaya dia percaya, dia minta saya injak Alquran. Namun saya merasa khawatir dan memilih untuk menginjak Majmu. Mohon maaf karena ada foto saya yang menginjak Majmu. Jadi pembelajaran bagi saya. Harus hati-hati," katanya.

Aksinya menginjak kitab dilakukan pada April 2019. Dia memfoto dan mengirimkan kepada A sebagai pembuktian. Hal tersebut juga sebagai bentuk keseriusannya untuk menikahi A.

"Saya ingin menikahi dia. Biar percaya, dia minta saya menginjak Alquran. Saya ikuti agar dia percaya," katanya.

HK menegaskan bahwa aksinya tersebut tidak sedikit pun berniat untuk menghina umat Islam dan menjelekkan Islam.

"Saya hanya mau bersumpah ke A, tidak ada niat sedikit pun menghina Islam, karena orang tua saya, anak saya, dan keluarga saya semuanya Muslim," jelasnya.

Ia mengaku bahwa beberapa bulan ke belakang hubungannya dengan A terjadi masalah, sehingga A kemudian mengunggah foto HK melalui akun Merana Hati Merana. Ia mengaku kaget dengan postingan tersebut, apalagi dengan menyebutnya kafir dalam keterangannya. "Saya seorang Muslim," ucapnya.

Ketua MUI Garut Minta Semua Pihak Percaya pada Polisi

Ketua MUI Kabupaten Garut KH Sirajul Munir mengatakan bahwa HK telah melakukan pelecehan terhadap Alquran. Meski yang diinjaknya bukan Alquran, namun kitab Majmu Syarif Kamil yang diinjaknya berisikan surat-surat Alquran.

"Jangankan satu surat, satu kata Alquran saja tetap harus dimuliakan. Kata Allah saja, apakah itu di dalam Alquran atau hanya satu kata saja harus tetap kita muliakan, apalagi satu ayat, satu surat, apalagi satu Alquran," ujarnya.

Namun meski demikian, Munir mengaku pihaknya memercayakan setiap proses hukum penanganan perkara ini kepada polisi. Apalagi setelah informasi tersebut menyebar di media sosial, kepolisian segera melakukan penanganan.

Apa yang dilakukan HK, menurut Munir meresahkan umat Islam di Kabupaten Garut dan informasi yang didapatkan pun sempat simpang siur.

"Namun dengan adanya penangan ini, mari kita percayakan kepada polisi karena akan ditangani dengan profesional," katanya.

Apa yang terjadi juga, menurutnya harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat dan kejadian serupa tidak kembali terulang.

Atas adanya hal tersebut, Munir mengaku pihaknya akan melakukan pembahasan secara khusus di MUI Kabupaten Garut. Selain itu juga ia menyebut bahwa dia siap menjadi saksi ahli dalam kasus ini.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP