Keras! Jenderal Marinir Nyatakan Siap Bantu Pemkot Surabaya Berantas Premanisme

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Doa Bersama Lintas Agama dan Deklarasi Surabaya Bersatu di Halaman Balai Kota Surabaya.

Magang
Oleh Magang - Reporter
Keras! Jenderal Marinir Nyatakan Siap Bantu Pemkot Surabaya Berantas Premanisme
Keras! Jenderal Marinir Nyatakan Siap Bantu Pemkot Surabaya Berantas Premanisme (Merdeka.com)

Korps Marinir TNI Angkatan Laut menyatakan kesiapan mendukung Pemerintah Kota Surabaya dalam upaya pemberantasan premanisme demi menjaga keamanan dan ketertiban kota.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Doa Bersama Lintas Agama dan Deklarasi Surabaya Bersatu di Halaman Balai Kota Surabaya, Rabu (31/12), yang diikuti ribuan peserta dari berbagai organisasi masyarakat dan kelompok relawan.

Wakil Komandan Pasmar 2 Brigjen TNI (Mar) Arinto Beny Sarana, menegaskan bahwa terciptanya situasi kota yang aman merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan hanya aparat keamanan.

"Mewujudkan Kota Surabaya yang nyaman, aman, dan tertib bukan hanya tugas TNI–Polri, tetapi tugas semua komponen bangsa, khususnya arek-arek Surabaya," ujarnya Brigjen TNI (Mar) Arinto Beny Sarana.

Keras! Jenderal Marinir Nyatakan Siap Bantu Pemkot Surabaya Berantas Premanisme
Keras! Jenderal Marinir Nyatakan Siap Bantu Pemkot Surabaya Berantas Premanisme akun Instagram @Para.abdinegara.news, Selasa (6/1).

Brigjen TNI (Mar) Arinto Beny Sarana menambahkan, Marinir siap mendukung langkah tegas Wali Kota Eri Cahyadi dalam menindak praktik premanisme.

"Kami mendukung tujuan mulia Bapak Wali Kota untuk memberantas premanisme. Jangan ragu, jika dibutuhkan, pasukan kami siap membantu menjaga keamanan Surabaya," kata Brigjen TNI (Mar) Arinto Beny Sarana, seperti dikutip dari akun Instagram @Para.abdinegara.news, Selasa (6/1).

Ia menyebutkan, sedikitnya 10.000 prajurit Marinir disiagakan untuk membantu menjaga kondusivitas Kota Pahlawan.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Eri Cahyadi menekankan bahwa Surabaya harus bebas dari tindakan intimidatif yang meresahkan warga.

"Pastikan tidak ada premanisme di Kota Surabaya. Warga Surabaya harus berani melawan ketika terjadi premanisme," kata Eri Cahyadi

Ia juga mengimbau masyarakat melaporkan setiap bentuk tekanan atau ancaman yang terjadi.

"Surabaya adalah rumah kita. Siapa pun yang merasa diintimidasi, laporkan saat itu juga. Kami akan menindak pelaku premanisme," katanya.



Reporter magang: Ahmad Subayu

Rekomendasi