Video seorang kepala sekolah di Kota Salatiga, Jawa Tengah memprotes kualitas paket Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.
Dalam video tersebut menyebutkan bahwa 158 menu MBG di suatu sekolah di Salatiga dikembalikan ke SPPG pada Selasa 24 Februari 2026. Penyebab ratusan menu MBG itu dikembalikan karena buah jeruk yang sudah rusak dalam paket makanan siswa tidak layak konsumsi.
Setelah ditelusuri sosok Kepala SD Negeri Dukuh 05, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jumarti. Video itu hanya untuk kepentingan pribadi dan SPPG, agar nantinya untuk perbaikan ke depannya.
"Jadi itu video untuk internal sekolah malah menyebar," kata Jumarti saat dikonfirmasi, Selasa (3/3).
Kritik tersebut merupakan bagian dari tugasnya melindungi peserta didik. Sebelumnya, juga pernah menyampaikan komplain serupa terkait temuan ulat, benda asing (sekrup), hingga rasa makanan yang terlalu asin.
Advertisement
Pihak Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) Sawahan, selaku penyedia merespons cepat keluhan tersebut mengakui adanya kelalaian petugas saat proses pemorsian.
"Jadi MBG dikembalikan ke SPPG, siangnya datang ke sekolah dan minta maaf untuk diperbaikan penyajiannya. Keesokan harinya pada rabu isinya sudah lumayan bagus," ujar Sawahan.
Sebetulnya dengan adanya MBG justru lebih terbantu dan bagus. Anak - anak sekolah yang biasannya belum sempat sarapan bisa lebih merasa senang bisa makan bersama temannya.
"Jadi saya menilai program MBG itu bagus untuk sekolah. Tadinya banyak anak yang paginya belum sarapan bisa luangkan waktunya untuk sarapan MBG di sekolah," ujar dia.
Terkait bulan puasa ini, ia meminta untuk anak-anak diberi MBG yang bagus dan baik. Sebab, pemberian yang terpenting kemasan, jika bagus dalam mengemas yang diberi pun bisa merasakan enak.
"Jadi kalau beri di bulan puasa ini harusnya dikemas yang bagus diberi tas tertutup. Jadi supaya anak-anak seneng kalau bawa pulang MBG ditenteng," kata dia.
Pihaknya tidak akan memperpanjang masalah beredarnya video tersebut karena kualitas layanan SPPG telah menunjukkan perbaikan signifikan.
“Kritik saya tujuannya agar pelayanan lebih baik. Sejak kejadian itu, kualitas menu meningkat dan kami mengapresiasi perbaikan tersebut. Apalagi ini bulan Ramadan, anak-anak yang berpuasa butuh energi dari makanan yang benar-benar berkualitas,” pungkasnya.