Kepala Puskesmas di Semarang Dicecar 24 Pertanyaan Soal Running Text Pilih Prabowo

Jumat, 8 Maret 2019 21:00 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Kepala Puskesmas di Semarang Dicecar 24 Pertanyaan Soal Running Text Pilih Prabowo Running text Puskesmas Srondol di hacked. ©istimewa

Merdeka.com - Bawaslu Kota Semarang memeriksa Kepala Puskesmas Srondol Muhammad Hidayanto terkait kasus running text berisi kalimat dukungan ke pasangan Capres Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hidayanto dicecar 24 pertanyaan.

"Sekitar dua jam 24 pertanyaan tadi. Intinya seputar mekanisme running text, pengelolaannya, petugas yang menjalankannya," kata Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Semarang Naya Amin Zaini saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (8/3).

Dari keterangan yang diperoleh, bahwa pengelolaan jaringan IT yang berada dalam Puskesmas diserahkan kepada pihak ketiga untuk mengatur running text yang berada di pusat layanan kesehatan tersebut.

"Jadi semua petugas termasuk staf khusus yang membidangi IT tidak ada yang tahu cara mengelolannya bagaimana. Semua yang berhubungan dengan IT diserahkan dengan pihak ketiga dalam hal ini swasta yakni penyedia barang," ujarnya.

Meski demikian, Bawaslu sendiri belum bisa menyimpulkan siapa pelaku yang terlibat dalam peretasan dalam running text tersebut. Bila nantinya terbukti pelaku dikenai pasal 280 ayat 1 tentang dilarang menggunakan fasilitas pemerintah dalam melakukan kampanye.

"Kita akan investigasi kembangkan dugaan pihak ketiga. Jika terbukti melanggar akan dikenai pidana dua tahun dan denda Rp 24 juta sesuai Undang-Undang pasal 421 tahun 2017," jelasnya.

Ke depan, pihaknya akan segera memanggil pihak ketiga tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait pengaturan running text tersebut, peran, profil dan latar belakangnya.

"Jadi rencana akan kami undang pihak ketiga Senin (11/3). Hari ini akan kami layangkan surat undangannya, semakin cepat semakin bagus," jelasnya.

Sebelum melakukan klarifikasi dengan pihak Puskesmas, Bawaslu juga sudah melakukan investigasi guna mencari informasi dan bukti-bukti terkait peretasan itu.

"Kami sudah dapatkan rekaman videonya, mengetahui tulisan teksnya, dan koordinasi dengan kepolisian," kata Naya Amin Zaini. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini