Kepala Pelni Kupang terkena OTT tim Saber Pungli di Pelabuhan Tenau

Selasa, 19 September 2017 18:48 Reporter : Ananias Petrus
Kepala Pelni Kupang terkena OTT tim Saber Pungli di Pelabuhan Tenau Kepala PT Pelni Cabang Kupang terkena OTT Tim Saber Pungli. ©2017 Merdeka.com/Yuven Nitano

Merdeka.com - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur melakukan operasi tangkap tangan di kantor Cabang PT Pelni Cabang Kupang, Selasa (19/9) sore. 10 orang diamankan dalam operasi tangkap tangan itu.

Mereka dalah kepala cabang, kepala bagian keuangan, kepala bagian operasional dan kasir, serta enam orang petugas pelabuhan Tenau Kupang. Satu buah brankas berisi uang kurang lebih Rp 10 juta dan beberapa dokumen penting disita sebagai barang bukti.

Ketua Tim Saber Pungli Direktorat Kriminal Khusus Polda NTT, AKBP Joshua Tampubolon mengatakan, operasi ini dilakukan terkait laporan masyarakat yang mengeluhkan sering diminta uang dan barang yang akan dimuat ke atas kapal Sabuk Nusantara tujuan Kupang-Pulau Kisar Maluku.

"Berdasarkan dari pengaduan masyarakat ya pada Polda NTT dan atas perintah pak Kapolda, kita langsung turun ke lokasi. Kemudian setelah kita lakukan penyelidikan selama satu bulan, fakta-fakta di lapangan ternyata benar, sehingga kami mengamankan petugas petugas pungutan liar di pelabuhan," kata AKBP Joshua.

Selain melakukan pungli di kapal, mereka juga diduga melakukan pungli di parkiran dan biaya karcis masuk ke area pelabuhan. Hasil pungutan ini kemudian diserahkan kepada kepala cabang PT Pelni Cabang Kupang.

"Kami kembangkan sampai ke kantor ini, kantor Pelni dan kami mengamankan para stafnya termasuk Kacab, Kabag Keuangan dan Kabag Operasional dan Kasir. Untuk sementara kami masih melakukan pendalaman dulu ya," ujar Joshua.

Untuk kepentingan penyelidikan, ruangan kasir dan kepala bagian keuangan langsung dipasang garis polisi. Sementara Kepala Cabang, Kepala Bagian Keuangan, Kepala Bagian Operasional, Kasir, serta enam orang petugas pelabuhan langsung dibawa ke Mapolda NTT untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini