Kepala BPBD Samarinda Ditahan Diduga Terlibat Korupsi Rp2 M

Selasa, 8 Oktober 2019 20:31 Reporter : Saud Rosadi
Kepala BPBD Samarinda Ditahan Diduga Terlibat Korupsi Rp2 M proyek pembangunan Pasar Baqa Samarinda. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kejari Samarinda menahan Kepala BPBD Kota Samarinda Sulaiman Sade hari ini, menyusul dugaan korupsi proyek pembangunan Pasar Baqa Jalan Sultan Hasanuddin, Samarinda, senilai Rp15 miliar, sewaktu Sulaiman menjabat Kepala Dinas Pasar. Sulaiman diduga merugikan negara senilai Rp2 miliar.

Mengenakan rompi tahanan kejaksaan, Sulaiman Sade dijebloskan ke Rutan Kelas IIA Sempaja Samarinda sekitar pukul 11.00 Wita tadi, bersama 2 orang tersangka lainnya Said Syahruzzaman selaku kontraktor, dan Miftachul Choir sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Proyek Pasar Baqa dimulai tahun 2014-2015 lalu. Penyidik kejaksaan menetapkan ketiganya sebagai tersangka sejak 2018. Sejak penetapan tersangka, ketiganya bersikap kooperatif.

"Saat itu, SS (Sulaiman Sade) sebagai KPA (Kuasa Pengguna Anggaran). Selaku PNS, juga pejabat negara, menerima sesuatu dari pihak ketiga, sehingga melakukan pengurangan volume pekerjaan," kata Kasi Pidsus Kejari Samarinda Zainal Effendi, ditemui merdeka.com di kantornya, Jalan M Yamin, Selasa (8/10) sore.

Untuk menghitung kerugian negara, penyidik kejaksaan meminta keterangan untuk menghitung volume pekerjaan, dari ahli yang didatangkan dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. "Dari itu, kira koordinasi dengan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), sehingga kerugian tercatat sekitar Rp2 miliar," ujar Zainal.

Zainal menerangkan, meski ketiga tersangka kooperatif, kejaksaan tidak ingin menunda-nunda penyelesaian perkara. "Jadi kita putuskan melakukan penahanan ketiganya mulai hari ini, hingga 20 hari kedepan," ungkap Zainal.

"Kami masih perlukan keterangan saksi lainnya. Dirasa perlu, masa penahanan diperpanjang. Yang jelas bahwa, kita temukan item spek pekerjaan yang dikurangi, dari anggaran APBD Samarinda tahun 2014 dan 2015. Itu jadi kekurangan volume pekerjaan," pungkas Zainal.

Merdeka.com mencoba menelusuri lokasi proyek Pasar Baqa, yang mangkrak 5 tahun ini. Tidak ada pekerjaan apapun di lokasi, termasuk plang proyek. Proyek Pasar Baqa diketahui dimulai dari tahun 2014 sejak bangunan lama terbakar di 2013. "Sampai sekarang, tidak selesai-slesai dibangun," kata warga di sekitar pasar ditemui di lokasi. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Korupsi
  2. Samarinda
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini