Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kendalikan bisnis narkoba dari Lapas Sragen, Bolot ditangkap BNNP Jateng

Kendalikan bisnis narkoba dari Lapas Sragen, Bolot ditangkap BNNP Jateng Ilustrasi borgol. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Badan narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menangkap seorang narapidana (napi) penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Sragen. JP alias Bolot yang diduga mengendalikan bisnis narkoba dari dalam sel, dibawa petugas BNNP untuk dimintai keterangan.

Informasi dihimpun, penangkapan Bolot bagian dari pengembangan kasus penangkapan yang dilakukan BNNP terhadap 2 warga Solo pada Jumat (14/9). HP dan IBS yang membawa sabu sekitar 50 gram, ditangkap di wilayah kecamatan Jebres, Solo sekitar pukul 22.30 WIB.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka diperoleh informasi terkait keterlibatan JP. Pada Sabtu (15/9) pagi, sekitar pukul 04.00 WIB, BNNP yang berkoordinasi dengan Lapas Sragen segera mengamankan LP alias Bolot.

Kepala Lapas Kelas 2 A Sragen, Yosef B Yambise membenarkan jika satu warga binaannya dibawa oleh BNNP untuk diperiksa terkait jaringan narkoba.

"Memang benar, ada informasi ke saya dan langsung kami geledah saat itu juga. Saya sudah berkomitmen untuk mengubah pandangan masyarakat, saya siap membersihkan nama Lapas Sragen yang sering disebut sarang narkoba," ujar Yosef, Senin (17/9).

Yosef mengemukakan, penangkapan napi tersebut sebagai langkah awal kerjasama dengan BNNP dan kepolisian. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menindaklanjuti kerja sama tersebut dengan penandatanganan MoU.

"Sebelum ini mungkin kepolisian atau BNN kesulitan memeriksa narapidana di lapas. Tapi komitmen saya, ada informasi langsung saja periksa tanpa pandang bulu," ucap mantan Kalapas Manokwari ini.

Usai mendapat telpon dari BNNP, Yosef langsung minta agar dilakukan pendalaman. Menurutnya, JP merupakan narapidana yang memiliki handphone.

"Saat ini sudah dibawa oleh BNNP ke Semarang. Sabtu subuh, BNN datang, saya persilakan tindak lanjuti," ucapnya.

Dia berjanji memutus mata rantai jaringan narkotika di Lapas yang dipimpinnya. Ia juga memastikan akan kooperatif dalam penyelesaian masalah narkoba. Kendati demikian ia mengakui tidak bisa bekerja sendiri dalam memerangi narkoba.

"Saat penggeledahan hanya ditemukan handphone. Lewat handpone tersebut akan didalami jaringan yang terlibat. Kalau mau diproses hukum ya monggo, sudah saya tekankan komitmen dari awal," ucap Yosef.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP