Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kendala Masyarakat Enggan Divaksin, Papua Gelar Duta Vaksin Anak

Kendala Masyarakat Enggan Divaksin, Papua Gelar Duta Vaksin Anak Vaksin Massal Nakes di Istora. ©2021 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Tim monitoring dan evaluasi Kantor Staf Presiden (KSP) Mugiyanto mengatakan Papua saat ini terus genjot pemberian vaksinasi untuk masyarakat. Salah satunya dengan cara melibatkan siswa siswi berusia 12-17 tahun sebagai Duta Vaksin dalam strategi komunikasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Papua tentang pentingnya vaksin COVID-19.

Dia menjelaskan Polda Papua bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Jayapura dan para Kepala Sekolah menginisiasi program Duta Vaksin Anak yang melibatkan pelajar sekolah menengah atas di Jayapura. Program ini pun telah digelar sejak 1 Agustus dan akan berlangsung hingga 17 Agustus mendatang.

"KSP mengapresiasi upaya ini sebagai salah satu cara pemerintah daerah dalam menggenjot program vaksinasi melalui mekanisme jemput bola door to door ke sekolah-sekolah dan perumahan," kata Mugiyato dalam keterangan pers, Minggu(15/8).

Sementara itu Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri menjelaskan dengan adanya keterlibatan para pelajaran yang telah divaksin akan menyampaikan pengalaman positif mereka setelah menerima vaksin. Hal tersebut juga kata dia sebagai penyambung pesan kepada keluarga dan lingkungan terdekatnya.

“Sehingga harapannya,orang-orang terdekat yg belum menerima vaksin, bersedia untuk divaksin,” kata Mathius.

Sementara itu, di Kota Jayapura sendiri terdapat 231.863 orang yang ditargetkan untuk program vaksinasi. Dari angka tersebut, tercatat 43,5 persen yang mendapatkan vaksin dosis 1 dan baru 24,57 persen diantaranya telah mendapatkan vaksin dosis ke-2.

Mathius juga melaporkan bahwa salah satu kendala terbesar dari program vaksinasi adalah keengganan masyarakat terutama di kampung-kampung dan daerah pelosok untuk divaksinasi karena berkembangnya hoaks dan misinformasi di masyarakat. Walaupun begitu, pemerintah Provinsi Papua menargetkan program vaksinasi akan mencapai 70 persen sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 2-15 Oktober 2021 mendatang.

“Nantinya, kartu vaksin akan menjadi salah satu syarat untuk masuk ke venue pelaksanaan pertandingan olahraga para PON mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu pihak Polda sendiri menargetkan setidaknya 51,000 pelajar yang akan divaksin di 4 cluster penyelenggara PON. Hingga Jumat (13/8), data dari Polda Papua mencatat sejumlah 1,859 siswa di Jayapura telah mendapatkan suntikan vaksinasi, baik dosis pertama maupun dosis kedua.

Sementara itu kata Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol. dr. Nariyana mengatakan program vaksinasi anak ini dipastikan berada dibawah sepengetahuan orang tua siswa. Sejauh ini target vaksinasi anak-anak masih menyasar empat sekolah menengah keatas di Jayapura yakni SMAN 1, SMAN 2, SMAN 4 dan SMKN 3 Jayapura.

“Melalui sekolah, setiap orang tua siswa akan diminta untuk menandatangani surat pernyataan kesediaan untuk mengizinkan anaknya divaksinasi,” ungkapnya.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP