Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenangan Ryamizard Saat Jabat Menhan, Dipanggil Jokowi Karena Program Bela Negara

Kenangan Ryamizard Saat Jabat Menhan, Dipanggil Jokowi Karena Program Bela Negara Menhan Ryamizard Ryacudu. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Ryamizard Ryacudu resmi melepas jabatannya sebagai menteri pertahanan. Posisi itu kini diisi Prabowo Subianto. Sebelum meninggalkan kantornya selama lima tahun terakhir, Ryamizard menceritakan pengalaman-pengalamannya mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Yang paling dia ingat saat Presiden Jokowi memanggilnya setelah mencetuskan program bela negara yang wajib diikuti oleh masyarakat Indonesia. Namun, program itu sempat menuai pro dan kontra.

"Karena masalah bela negara itu sangat penting, karena pada awal akhir 2014 saya mulai menyuarakan bela negara. Orang ribut. Ada kontra dan ada yang tidak kontra, nggak apa-apa," katanya di lokasi, Kamis (24/10).

Kepada Jokowi, dia menjelaskan maksud dan tujuan program itu. Menurutnya, bela negara ini telah ada sejak 13 tahun yang lalu.

"Saya dipanggil oleh Presiden. 'Bapak Menhan kalau melaksanakan sesuatu ada harmonisasi dulu, ada payung hukumnya. Minta maaf Pak Presiden ini sudah 13 tahun Bapak Presiden'. diam-diam aja ini. Itu saya mulai turun naik. Saya menggelorakan dua bulan jalan, kemudian payung hukumnya apa? Payung hukumnya jelas UUD 1945, Pasal 29 dan 30," bebernya.

Selain bela negara, persoalan besar bangsa ini terkait keberadaan ISIS dan khilafah. Kepada Prabowo, Ryamizard berharap agar melanjutkan program-program itu.

"Pokoknya sekarang kita mohon Pak Prabowo agar dilanjutkan dan jangan sampai meningkat lagi perkembangannya (ISIS dan khilafah). Nah ini adalah pekerjaan rumah kita pak Prabowo," harap Ryamizard.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP