Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut jumlah personel gabungan TNI-Polri yang ditugaskan sebagai petugas pelayanan jemaah haji 2026 meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Penambahan ini dilakukan karena kedisiplinan dan tanggung jawab personel TNI-Polri dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kepuasan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
“Nah memang selama ini poin positif dari petugas itu selalu diberikan kepada TNI dan Polri. Karena tingkat kedisiplinannya, tingkat dedikasinya, tingkat pelayanan jemaah itu tinggi rata-rata. Jadi kami menambah jumlah petugas dari TNI dan Polri, jumlahnya 185 (personel),” kata Dahnil usai memberikan pembekalan dalam diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Advertisement
Tahun lalu Berjumlah 80 Personel
Dahnil menjelaskan, pada tahun lalu jumlah PPIH dari unsur TNI-Polri hanya sekitar 80 personel. Tahun ini, selain jumlahnya bertambah, pola pelatihan terhadap PPIH dari unsur sipil juga dilakukan dengan pendekatan semi-militer.
Tujuannya untuk memperkuat sikap disiplin, mental tangguh, serta jiwa korsa dalam bekerja sama di lapangan.
“Kami mengadaptasi nilai-nilai kedisiplinan dan kerja tim ala militer. Sebab hal itu dapat membangun kekompakan dan ketertiban dalam kerja lapangan,” jelas Dahnil.
Advertisement
Meski TNI-Polri Ditambah Jumlah Petugas Haji Tetap Didominasi Sipil
Menanggapi kebijakan tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, menyambut baik langkah pemerintah. Ia menilai ketangguhan fisik personel TNI-Polri tak perlu diragukan, terutama saat bertugas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, di mana banyak jemaah lanjut usia membutuhkan pendampingan ekstra.
“TNI-Polri direkrut dua kali lebih banyak dari tahun lalu, jadi dengan demikian kami berharap nanti untuk nanti tidak ada temuan-temuan yang di Arofah para jemaah, terutama lansia, terlantar, tidak ada yang nolong. Ini yang sangat penting,” kata Abdul.
Meski jumlah personel TNI-Polri ditambah, secara keseluruhan jumlah petugas haji tetap didominasi oleh personel sipil yang mencapai sekitar 4.000 orang.
“Terutama ini dibutuhkan adalah orang-orang yang benar-benar sehat. Karena ibadah haji ini adalah ibadah fisik. Kita butuhkan tenaga-tenaga yang hebat, yang kuat, yang waras badannya,” tutupnya.