Kementan Bangun Embung, Lahan Pertanian di 3 Desa Teraliri Air

Sabtu, 24 September 2022 20:57 Reporter : Merdeka
Kementan Bangun Embung, Lahan Pertanian di 3 Desa Teraliri Air Embung pertanian. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Pertanian memaksimalkan potensi pertanian di Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Hal tersebut dilakukan Kementan dengan membangun embung untuk membantu ketersediaan air. Embung ini mengairi lahan pertanian di 3 desa.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan lahan pertanian membutuhkan water management.

"Ketersediaan air adalah hal penting yang harus ada untuk pertanian. Karena hal itu turut menentukan kualitas hasil pertanian. Oleh karena itu, Kementan membantu petani dengan menyediakan embung. Ini adalah bagian dari water management untuk pertanian," ujarnya.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil, mengatakan keberadaan embung sangat penting.

embung pertanian
Kementan Bangun Embung, Lahan Pertanian di 3 Desa Teraliri Air©2022 Merdeka.com

"Embung memastikan air akan selalu tersedia. Bahkan saat musim kering. Makanya harus sama-sama dijaga sehingga hasil pertanian bisa maksimal," katanya.

Ali menambahkan, embung juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas sektor lain selain pertanian.

"Perkebunan pun bisa dibantu, dan sektor lain. Manfaatnya sangat luar biasa untuk masyarakat desa. Makanya kita berharap masyarakat menumbuhkan rasa memiliki untuk menjaga embung," katanya.

Embung tersebut dibangun Kementan melalui Kelompok Tani Subur Makmur di Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk.

Luas areal yang mampu diairi embung ini adalah 53 hektare dan tersebar di tiga desa, yaitu Desa Paron, Desa Ngumpul, dan Desa Karangtengah. Air dalam embung memanfaatkan Sumber Air Krakasan.

Dampak positif dari pembangunan embung ini adalah terjadinya peningkatan produktivitas dari 6,4 Ton/Ha menjadi 7 Ton/ Ha. Kepala Bidang SDM Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Sukemi, mengatakan embung dapat meningkatkan indek pertanaman.

"Indeks pertanaman yang biasanya IP 200 menjadi IP 300 untuk tanaman padi. Dan untuk Bawang merah yang menjadi sentra di Desa Paron bisa mencapai IP 400 sampai IP 500. Embung ini bisa diperluas dampaknya dengan adanya jaringan yang memadai," katanya.

[hhw]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Berita Kementan
  3. KILAS
  4. Nganjuk
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini