Kemensos Bantu Keluarga Prasejahtera: Prestasi Akademik Anak dan Modal Usaha Ibu di SRMA 15 Magelang

Kemensos Bantu Keluarga Prasejahtera melalui program pemberdayaan sosial, wujudkan prestasi akademik anak dan berikan modal usaha bagi ibu di SRMA 15 Magelang, dorong kemandirian ekonomi keluarga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemensos Bantu Keluarga Prasejahtera: Prestasi Akademik Anak dan Modal Usaha Ibu di SRMA 15 Magelang
Kemensos Bantu Keluarga Prasejahtera melalui program pemberdayaan sosial, wujudkan prestasi akademik anak dan berikan modal usaha bagi ibu di SRMA 15 Magelang, dorong kemandirian ekonomi keluarga. (AntaraNews)

Magelang, Jawa Tengah, menjadi saksi nyata dampak positif program pemberdayaan dari Kementerian Sosial (Kemensos) bagi keluarga prasejahtera. Sinergi antara bantuan pendidikan dan dukungan ekonomi ini berhasil mengangkat kualitas hidup keluarga penerima manfaat.

Program ini tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi serta peningkatan prestasi akademik anak-anak. Kisah inspiratif dari SRMA 15 Magelang membuktikan keberhasilan pendekatan holistik tersebut.

Sebuah keluarga di Magelang merasakan manfaat ganda: anak mereka sukses meraih prestasi akademik, sementara sang ibu mendapatkan modal usaha untuk mengembangkan bisnisnya. Ini menunjukkan bagaimana bantuan terpadu dapat menciptakan perubahan signifikan.

Dukungan Berkelanjutan Kemensos Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga

Kementerian Sosial (Kemensos) secara konsisten memberikan dukungan kepada keluarga prasejahtera melalui berbagai program, salah satunya Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan ini telah menjadi tulang punggung bagi banyak keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan pendidikan anak.

Siti Fatimah, orang tua dari siswi SRMA 15 Magelang, mengungkapkan bahwa keluarganya telah menjadi penerima manfaat PKH selama lima tahun. Bantuan tersebut sangat meringankan beban biaya pendidikan keempat anaknya, memungkinkan mereka fokus pada studi.

"PKH dapat Bansos--BLT yang semua membantu biaya kebutuhan anak, jadi kami bisa lebih tenang mendukung pendidikan mereka," kata Siti, menggambarkan betapa vitalnya bantuan ini bagi kelangsungan pendidikan anak-anaknya.

Sebelum menerima bantuan dari PKH dan Sekolah Rakyat, keluarga Siti kerap kesulitan membagi penghasilan dari berdagang es krim dan gorengan. Kini, mereka bisa lebih tenang memastikan anak-anak tetap mengenyam pendidikan yang layak.

Modal Usaha dan Kemandirian Ekonomi Keluarga Prasejahtera

Selain bantuan pendidikan, Kemensos juga memperkuat kemandirian ekonomi keluarga melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE). Program ini memberikan modal usaha bagi keluarga penerima manfaat untuk mengembangkan potensi ekonomi mereka.

Siti Fatimah dan suaminya baru-baru ini menerima PPSE berupa modal usaha senilai Rp5 juta dari Kemensos. Dana ini dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha es krim dan gorengan yang telah menjadi sumber penghasilan utama keluarga.

"Buat modal, beli barang untuk dagangan es krim suami jadi ada tambahan yang sangat membantu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga," jelas Siti, menunjukkan dampak langsung bantuan tersebut pada peningkatan ketahanan ekonomi mereka.

Dengan meningkatnya kemandirian ekonomi, keluarga Siti optimistis dapat segera naik kelas atau graduasi dari Program Keluarga Harapan (PKH). Hal ini sejalan dengan tujuan program Kemensos untuk mendorong kemandirian sosial ekonomi.

Sekolah Rakyat Dorong Prestasi Akademik dan Mimpi Besar Anak Bangsa

Di sisi lain, program Sekolah Rakyat, seperti SRMA 15 Magelang, terbukti efektif dalam meningkatkan prestasi akademik dan karakter siswa dari keluarga prasejahtera. Nazwa Azzahra (15), anak sulung Siti, menjadi contoh nyata keberhasilan program ini.

Nazwa berhasil meraih peringkat dua di kelas X A pada semester pertama tahun ajaran 2025/2026 di SRMA 15 Magelang. Prestasi ini diraih setelah ia mengikuti pendidikan berbasis asrama yang menerapkan penguatan karakter, kedisiplinan, dan pendampingan intensif.

Siti menilai keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya meningkatkan prestasi akademik dan kedisiplinan anak, tetapi juga membuka wawasan serta menumbuhkan mimpi besar. Nazwa, yang juga aktif di seni tari, memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan tinggi hingga ke luar negeri atau Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

"Saya senang di sini, akan berusaha belajar segiat mungkin tidak cepat puas meski nilaiku memuaskan, khususnya mata pelajaran geografi. Kelak bisa lebih bahagiakan orang tua," ujar Nazwa, menunjukkan semangat dan tekadnya.

Sekolah Rakyat, Program Prioritas Pemerintah untuk Pengentasan Kemiskinan

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin. Program ini menyasar siswa dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1–4) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program ini dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu, memadukan berbagai program unggulan pemerintah. Ini termasuk Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah bagi keluarga siswa penerima manfaat.

Kementerian Sosial mencatat, pada tahun 2025, sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan berbasis asrama (boarding school) dibangun, dengan kapasitas hampir 16 ribu siswa. Program ini didukung oleh 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan di jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.

Kemensos menargetkan seluruh Sekolah Rakyat dilengkapi fasilitas teknologi pembelajaran modern, seperti papan interaktif digital (IFP) dan laptop dengan akses internet, serta seragam khusus. Untuk tahap awal, fasilitas Kemensos, Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, dan pemerintah daerah dimanfaatkan, sebelum gedung permanen dibangun.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi