Kemenparekraf Ajak ASEAN Jelajahi Keindahan Wisata Karst Rammang-Rammang Maros, Situs Warisan Dunia Ketiga Terbesar!

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak delegasi BIMP-EAGA menjelajahi potensi Wisata Karst Rammang-Rammang Maros, situs warisan dunia yang kini mendunia. Ada apa di sana?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemenparekraf Ajak ASEAN Jelajahi Keindahan Wisata Karst Rammang-Rammang Maros, Situs Warisan Dunia Ketiga Terbesar!
Kementerian Pariwisata bersama delegasi BIMP-EAGA menjajaki potensi wisata Rammang-Rammang Maros, sebuah destinasi dengan bentang alam karst mendunia dan konsep pariwisata berbasis komunitas yang menarik perhatian internasional. (Merdeka.com)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara aktif mengundang delegasi Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) untuk mengeksplorasi potensi pariwisata yang luar biasa di kawasan Karst dan Geopark Rammang-Rammang. Destinasi ini terletak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dan dikenal sebagai salah satu lanskap karst terbesar di dunia. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkenalkan kekayaan alam Indonesia ke kancah internasional.

Asisten Deputi Hubungan Kelembagaan Internasional Kemenparekraf, Zulkifli Harahap, menyatakan bahwa kunjungan delegasi BIMP-EAGA ke Rammang-Rammang bertujuan untuk mengamati langsung potensi destinasi yang telah mendunia ini. Observasi lapangan ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai keunikan dan daya tarik Rammang-Rammang. Hal ini juga menegaskan komitmen Indonesia dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan.

Lebih lanjut, kunjungan ini juga menjadi sarana untuk menggali peluang pengembangan pariwisata berkelanjutan sekaligus memperkuat kerja sama lintas batas. Tujuannya adalah mempromosikan kawasan karst ketiga terbesar di dunia ini. Kemenparekraf berharap Rammang-Rammang dapat menjadi ikon pariwisata hijau dan ramah lingkungan di kawasan ASEAN, menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.

Potensi Global dan Pengakuan UNESCO

Rammang-Rammang memiliki daya tarik kelas dunia yang telah mendapatkan pengakuan internasional. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Maros, Suwardi Sawedi, menegaskan bahwa situs ini telah diakui sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO. Pengakuan ini menambah nilai jual Rammang-Rammang sebagai destinasi yang wajib dikunjungi bagi para pecinta alam dan budaya.

Daya tarik utama Wisata Karst Rammang-Rammang terletak pada lanskap karstnya yang menakjubkan, sungai yang mengalir tenang, serta kehidupan komunitas lokal yang otentik. Pengunjung dapat menikmati pemandangan gugusan bukit karst yang menjulang tinggi, menjelajahi gua-gua purba, dan merasakan langsung kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Keunikan ini menjadikan Rammang-Rammang sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman pariwisata berbeda.

Kombinasi antara keindahan alam dan kearifan lokal menjadikan Rammang-Rammang sebagai permata pariwisata di Sulawesi Selatan. Upaya promosi yang dilakukan Kemenparekraf bersama delegasi BIMP-EAGA diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Hal ini juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan pelestarian lingkungan di kawasan tersebut.

Kolaborasi Lintas Batas dan Pariwisata Berkelanjutan

Kunjungan delegasi BIMP-EAGA ke Rammang-Rammang merupakan bagian integral dari agenda untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan pariwisata lintas batas. Sulawesi Selatan, dengan segala potensinya, dipandang sebagai salah satu gerbang utama di kawasan Timur Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi pengembangan sektor pariwisata di seluruh wilayah BIMP-EAGA.

Zulkifli Harahap menekankan pentingnya kolaborasi dalam mempromosikan sektor pariwisata. Tujuannya adalah untuk memposisikan Rammang-Rammang sebagai ikon pariwisata hijau dan ramah lingkungan di wilayah ASEAN. Pendekatan ini sejalan dengan tren pariwisata global yang semakin mengedepankan keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan.

Agenda kunjungan ini juga melibatkan Politeknik Pariwisata Makassar sebagai fasilitator. Peran lembaga pendidikan ini sangat krusial dalam mendukung kegiatan delegasi selama berada di Sulawesi Selatan. Keterlibatan akademisi dan praktisi pariwisata diharapkan dapat memberikan masukan berharga untuk pengembangan Rammang-Rammang ke depan.

Model Pariwisata Berbasis Komunitas

Salah satu aspek yang paling menarik perhatian delegasi BIMP-EAGA adalah konsep pariwisata berbasis komunitas yang diterapkan di Rammang-Rammang. Susan Pudin dari BIMP-EAGA Facilitation Center menyatakan ketertarikannya pada pendekatan ini. Konsep ini memungkinkan masyarakat lokal untuk mengelola dan mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan pariwisata.

Menurut Susan Pudin, pendekatan pariwisata berbasis komunitas ini dapat menjadi model yang inspiratif bagi destinasi lain di kawasan BIMP-EAGA. Keberhasilan Rammang-Rammang dalam memberdayakan penduduk setempat untuk mengelola pariwisata adalah contoh nyata bagaimana pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi positif secara inklusif. Hal ini juga sekaligus menjaga kelestarian budaya dan lingkungan.

Konsep ini tidak hanya menciptakan pengalaman otentik bagi wisatawan, tetapi juga memastikan bahwa manfaat ekonomi dari pariwisata kembali kepada masyarakat. Dengan demikian, Rammang-Rammang tidak hanya menjadi destinasi yang indah, tetapi juga contoh sukses dari pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi