Kemenkes: Kasus Omicron di Indonesia Jadi 1.766

Kamis, 27 Januari 2022 15:37 Reporter : Supriatin
Kemenkes: Kasus Omicron di Indonesia Jadi 1.766 Pasien Corona. ©2020 Merdeka.com/Antara

Merdeka.com - Kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia terus bertambah. Kementerian Kesehatan melaporkan, hingga hari ini sudah tercatat sebanyak 1.766 kasus Omicron.

Data ini menunjukkan, ada penambahan 140 dari data Senin 24 Januari 2022 yang tercatat masih 1.626 kasus Omicron.

"Kasus Omicron yang dilaporkan sampai dengan hari ini adalah 1.766," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi, Kamis (27/1).

Nadia menjelaskan, dari total kasus Omicron, 1.066 di antaranya merupakan pelaku perjalanan internasional (PPLN), 449 transmisi lokal, dan 251 masih dalam penelitian epidemiologi.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mencatat proporsi kasus Covid-19 di Indonesia didominasi transmisi lokal Omicron, tidak lagi oleh pelaku perjalanan luar negeri. Kondisi ini berdasarkan data New All Record Kementerian Kesehatan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tidak panik. Namun, masyarakat harus tetap waspada dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Kita perlu memastikan protokol kesehatan tetap berjalan, memakai masker, mencuci tangan, dan mengurangi kerumunan,” katanya pada konferensi pers virtual, Senin (24/1).

Guna memaksimalkan protokol kesehatan, data PeduliLindungi boleh dibuka publik sehingga masyarakat bisa melihat lokasi-lokasi mana yang menerapkan disiplin protokol kesehatan. Hal ini dapat membantu mengontrol penggunaan PeduliLindungi di fasilitas publik maupun di kantor.

Di samping itu, pemerintah juga terus menggencarkan pelaksanaan surveilans. Karena kasus Omicron semakin banyak maka tidak semuanya menggunakan metode genome sequencing. Pasalnya metode genome sequencing akan lebih diarahkan untuk menganalisa pola penyebaran kasus Omicron.

"Untuk tracing kasus kita akan menggunakan PCR yang lebih cepat dengan SGTF yang bisa mendeteksi Omicron. SGTF sudah kita distribusikan dan akan segera kita tambah untuk didistribusikan ke daerah," ucapnya.

Upaya surveilans harus didukung dengan vaksinasi. Pemerintah akan mempercepat pelaksanaan vaksinasi terutama untuk masyarakat lanjut usia.

"Kami juga tekan kan karena paling banyak kasus Omicron terjadi di DKI Jakarta dan Jabodetabek, maka dalam 23 minggu ke depan kita akan mempercepat vaksinasi di sana," tutur Budi.

Baca juga:
Wagub DKI Sebut Peningkatan Kasus Omicron di Jakarta Imbas Libur Nataru
Peneliti Hong Kong Temukan Kombinasi Obat Oral Baru Untuk Covid-19
Sri Mulyani Waspadai Dampak Penyebaran Varian Omicron ke Pemulihan Ekonomi
Update Kasus Varian Omicron di Jakarta Per 27 Januari 2022
Cara Meredam Laju Penularan Omicron di Indonesia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini