Kemenkes Didesak Bentuk Satgas Anti-Bullying di Pendidikan Dokter Spesialis

Uya Kuya menyinggung kasus dugaan perundungan yang menimpa mahasiswa PPDS Anestesi Universitas Diponegoro (Undip), Aulia Risma, hingga berujung kematian.

Muhammad Genantan Saputra
Kemenkes Didesak Bentuk Satgas Anti-Bullying di Pendidikan Dokter Spesialis
Mengenai pembaruan nilai aset, Uya menyebutkan bahwa laporan sebelumnya hanya mencantumkan nilai perolehan awal. (Instagram.com/astridkuya/king_uyakuya)

Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama atau yang dikenal dengan nama Uya Kuya, mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk membentuk satuan tugas (satgas) anti-bullying di dunia pendidikan kedokteran. Usulan ini disampaikan menyusul maraknya kasus perundungan dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

"Begitu banyaknya kasus bullying di PPDS yang terungkap saya pikir perlu adanya satgas anti bullying yang pastinya melibatkan Kemenkes," ujar Uya dalam rapat bersama Komisi IX di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4).

Uya menekankan, satgas tersebut juga perlu melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengingat adanya beasiswa bagi peserta PPDS yang didanai penuh oleh negara. Ia mengungkapkan, di lingkungan pendidikan PPDS masih terjadi pemerasan, termasuk permintaan uang dalam jumlah besar.

"Dijadikan wahana bagi senior-senior di kedokteran PPDS ke mana uangnya jadi itu perlu KPK terlibat di sini dan instansi seperti kejaksaan, polisi juga perlu dan DPR di sini sebagai perwakilan rakyat kita perlu mengawal ini," lanjutnya.

Ia juga menyinggung kasus dugaan perundungan yang menimpa mahasiswa PPDS Anestesi Universitas Diponegoro (Undip), Aulia Risma, hingga berujung kematian.

"Saya pikir ini memang perlu adanya efek jera karena kalau selama ini kecuali yang Undip ya, kasus-kasus di kedokteran PPDS ini hanya diberikan sanksi administratif seperti skor 6 bulan atau sanksi tidak bisa mengajar selama berapa lama," jelasnya.

"Tapi buktinya sampai sekarang masih terus lanjut dan khusus untuk yang viral ini saya pikir sudah menghentikan kasus bully," imbuh politisi PAN tersebut.

Rekomendasi