Kemenkes Akan Periksa Kesehatan Kelompok Dansa usai 2 WNI Positif Corona

Senin, 2 Maret 2020 21:15 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Kemenkes Akan Periksa Kesehatan Kelompok Dansa usai 2 WNI Positif Corona Kafe tempat WNI dan WN Jepang Dansa. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Tim medis Kemenkes saat ini sedang melacak kelompok yang melakukan interaksi dengan WNI positif virus corona dan warga Jepang saat pesta dansa. Pelacakan terhadap kelompok tersebut guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kita tracking dengan pemeriksaan lebih lanjut ini terkait kasus 2 WNI positif, dinas kesehatan setempat di bawah koordinasi. Kami melakukan tracking yang lain di sekitarnya termasuk pemantauan illness ada perubahan angka fluktuasi dan perubahan angka pneumonia," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/3).

1 dari 1 halaman

Dua Pasien Positif Corona Dalam Kondisi Baik

Yurianto menjelaskan kondisi ibu dan anak yang terpapar virus corona atau COFID-19 saat ini dalam kondisi baik. Walaupun terisolasi, mereka bisa melakukan aktivitas tanpa menggunakan peralatan medis.

"2 orang wanita, kami temui tidak kontak langsung karena isolasi, satu membaca majalah tidak gunakan selang oksigen, kami baca list pemeriksaan, tidak demam hanya kadang batuk, lalu satu main hp, sempat intercom," ungkap Yuri.

Sebelumnya diketahui, dua warga Indonesia terpapar virus corona. Keduanya merupakan ibu dan anak yang berdomisili di Depok, Jawa Barat.

Virus itu mengidap di keduanya setelah anaknya melakukan kontak dengan warga negara Jepang yang bermukim di Malaysia pada 14 Februari 2020 lalu. Kontak dengan warga negara Jepang itu setelah pasien berusia 31 melakukan dansa di salah satu kafe di Jakarta.

Aparat langsung menelusuri lokasi tempat WNI itu berdansa. Camat Mampang Prapatan Djaharuddin bersama Lurah Bangka, Nofi Ernita mendatangi Kafe Amigos yang disebut sebagai tempat dansa warga negara Jepang dengan warga negara Indonesia yang kemudian diidentifikasi positif terjangkit virus corona (Covid-19)

Camat dan lurah bersama unsur muspika, Polri dan TNI tiba di Amigos Klub di Jalan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Senin sore pukul 16.20 WIB.

Kedatangan jajaran muspika langsung ditemui oleh Manager Regional Amigos bernama Agus dan bagian publikasi media Amigos. Camat dan lurah beserta polisi menanyakan tentang acara apa saja yang dilaksanakan di klub tersebut.

Agus menjelaskan bahwa Amigos dan Paloma dua klub yang berbeda. Agus mengklarifikasi dalam rilis yang mengatakan klub yang didatangi pasien positif corona Paloma dan Amigos Klub.

"Jadi kalau disebut Paloma dan Amigus, jelas itu beda, Amigos ya Amogos, Paloma beda lagi," kata Agus.

Agus juga mengklarifikasi pada 14 Februari tersebut pihaknya tidak mengadakan acara besar. Hanya acara reguler rutin setiap Jumat, yakni Latin Night atau salsa.

"Kalau di berita itu disebut acara besar, padahal malam itu kita cuma ngadain acara reguler biasa Latin Night," kata Agus. [gil]

Baca juga:
Cegah Penyebaran Virus Corona, Transportasi Umum Bakal Dibatasi?
Kemampuan Indonesia Tangani Corona Diragukan, Menkes Tegaskan 'Kita Tidak Cengeng'
Gubernur DKI Jakarta Pastikan Stok Kebutuhan Jakarta Aman
Kerabat Pasien Corona Depok Dibawa ke RSPI Sulianti Saroso
Kemenkes Pantau 48 Orang yang Sempat Kontak dengan 2 Warga Depok Positif Corona
Menkes Terawan Kunjungi RS Mitra Keluarga Depok

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini