Kemenekraf Dukung Penuh Peluncuran Animasi Garuda di Dadaku, Bukti IP Lokal Berkelanjutan

Kemenekraf menegaskan dukungan terhadap Animasi Garuda di Dadaku, sebuah adaptasi IP ikonis yang diharapkan mampu menjangkau generasi baru dan menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemenekraf Dukung Penuh Peluncuran Animasi Garuda di Dadaku, Bukti IP Lokal Berkelanjutan
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) tegaskan dukungan penuh terhadap peluncuran Animasi Garuda di Dadaku, menandai langkah penting dalam pengembangan kekayaan intelektual lokal yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi. (AntaraNews)

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) secara resmi menyatakan dukungannya terhadap peluncuran film animasi "Garuda di Dadaku". Adaptasi dari kekayaan intelektual (IP) ikonis Indonesia ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa IP lokal memiliki potensi besar untuk menjangkau generasi baru dan menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem kreatif nasional dan mendorong inovasi di berbagai sektor.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyoroti pentingnya transformasi IP seperti "Garuda di Dadaku" ke dalam format animasi. Menurutnya, inisiatif ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan sebuah strategi komprehensif untuk memperkuat industri kreatif. Hal ini juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor yang lebih luas, menegaskan posisi ekonomi kreatif sebagai pendorong pertumbuhan baru bagi perekonomian nasional.

Dukungan Kemenekraf ini juga bertujuan untuk memperluas pasar karya lokal dan meningkatkan daya saing di kancah global. Dengan menghadirkan IP yang lekat dengan memori banyak orang Indonesia dalam bentuk yang segar dan relevan, diharapkan Animasi Garuda di Dadaku dapat menarik perhatian khalayak luas, baik di dalam maupun luar negeri.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa perluasan IP lokal ke berbagai sektor industri kreatif merupakan langkah strategis. "Transformasi Garuda di Dadaku ke animasi menunjukkan bagaimana IP lokal dapat terus hidup, menjangkau generasi baru, serta menciptakan nilai tambah ekonomi," kata Riefky. Beliau menambahkan bahwa animasi ini adalah bagian dari strategi untuk memperkuat ekosistem kreatif, mendorong inovasi, dan membuka peluang kolaborasi lintas sektor.

Pernyataan ini menguatkan peran ekonomi kreatif sebagai "the new engine of growth" yang mampu menggerakkan industri secara signifikan. Kemenekraf melihat potensi besar dalam IP lokal untuk memperluas pasar dan menegaskan daya saing karya Indonesia di tingkat global. Pengembangan IP lokal lintas medium menjadi krusial agar karya kreatif Tanah Air tetap relevan dan berdaya saing di tengah persaingan global yang ketat.

Dukungan ini mencerminkan komitmen Kemenekraf dalam mengembangkan industri animasi nasional. Dengan adanya adaptasi IP populer seperti "Garuda di Dadaku" menjadi animasi, diharapkan akan muncul lebih banyak lagi inisiatif serupa yang dapat mengangkat kekayaan budaya dan cerita Indonesia ke panggung internasional.

Animasi "Garuda di Dadaku" merupakan hasil kolaborasi antara BASE Entertainment dan KAWI Animation, dua studio yang berkomitmen menghadirkan karya berkualitas. Teaser animasi ini telah memperkenalkan karakter utama, Gaga, seekor Burung Garuda yang penuh energi dan semangat. Gaga kemudian dipertemukan dengan Putra, seorang anak yang memiliki mimpi besar untuk menjadi pesepak bola tim nasional Indonesia.

Hubungan antara Gaga dan Putra menjadi inti cerita yang mengangkat nilai-nilai universal seperti keberanian, persahabatan, dan proses bertumbuh. Kisah ini diharapkan dapat menginspirasi penonton muda untuk mengejar mimpi mereka dan memahami arti penting dari kerja keras serta dukungan dari orang-orang terdekat. Animasi Garuda di Dadaku dirancang untuk menjadi tontonan yang mendidik sekaligus menghibur.

Produser BASE Entertainment, Shanty Harmayn, menjelaskan tujuan adaptasi animasi ini adalah untuk menghadirkan IP "Garuda di Dadaku" dengan pendekatan yang lebih dekat dan relevan bagi generasi muda. "Garuda di Dadaku adalah IP yang dekat dengan memori banyak orang Indonesia. Lewat animasi, kami menghadirkan ceritanya dengan pendekatan hangat, relevan, dan berfokus pada karakter serta emosi anak," ujarnya. Hal ini menunjukkan upaya serius untuk menjaga esensi cerita sambil menyesuaikannya dengan audiens masa kini.

Peluncuran teaser Animasi Garuda di Dadaku juga memperkenalkan jajaran pengisi suara berbakat yang akan menghidupkan karakter-karakter ikonik. Kristo Immanuel akan mengisi suara Gaga, sementara Keanu Azka berperan sebagai Putra. Karakter Dewi Garuda akan diisi suaranya oleh Revalina S. Temat, dan Quinn Salman akan mengisi suara Naya.

Film animasi ini disutradarai oleh Ronny Gani, seorang nama yang tidak asing di industri animasi, dan diproduseri oleh tim berpengalaman yang terdiri dari Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, serta Tanya Yuson. Kombinasi talenta-talenta ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah karya animasi yang memukau dan berkesan bagi penonton.

Shanty Harmayn menambahkan bahwa melalui adaptasi ini, tim produksi ingin memastikan bahwa nilai-nilai sportivitas dan kekeluargaan yang melekat pada IP "Garuda di Dadaku" tetap relevan. Mereka berharap Animasi Garuda di Dadaku dapat menjadi jembatan bagi generasi baru untuk mengenal dan mencintai IP lokal, sekaligus menanamkan nilai-nilai positif sejak dini.

Kehadiran Animasi Garuda di Dadaku dalam bentuk yang relevan bagi generasi masa kini merupakan dorongan signifikan bagi subsektor animasi nasional. Kolaborasi lintas studio dan mitra dalam produksi film ini menunjukkan sinergi yang positif dalam industri kreatif Indonesia. Ini juga menjadi contoh bagaimana IP lokal dapat diperkenalkan kembali kepada audiens yang lebih muda.

Melalui proyek ini, diharapkan akan terbuka lebih banyak peluang kolaborasi, inovasi, dan pengembangan di pasar global. Animasi memiliki potensi besar untuk menembus batas-batas geografis dan budaya, membawa cerita-cerita Indonesia ke kancah internasional. Kemenekraf secara aktif mendukung inisiatif semacam ini untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing karya anak bangsa.

Pengembangan IP lokal yang berkelanjutan, seperti Animasi Garuda di Dadaku, tidak hanya memperkaya khazanah budaya Indonesia tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap ekonomi nasional. Ini adalah langkah maju dalam menjadikan Indonesia sebagai pemain kunci di industri kreatif global, dengan animasi sebagai salah satu garda terdepan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi