Keluarga Ungkap Kondisi Faisal Basri Sebelum Meninggal, Sempat Lakukan Perjalanan ke Sumut

Ramdan mengaku kakaknya itu telah menempuh perjalanan yang cukup jauh hampir enam jam

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Keluarga Ungkap Kondisi Faisal Basri Sebelum Meninggal, Sempat Lakukan Perjalanan ke Sumut
Ekonom Senior Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Faisal Basri, mengusulkan agar kebijakan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen di 2025 ditunda. (@ 2024 merdeka.com)

Ramdan Malik adik dari Ekonom Senior Faisal Basri mengungkap kondisi almarhum sebelum meninggal dunia Kamis (5/9). Di mana, dia sempat menempuh perjalanan ke Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut).

"Jadi gini, abang itu diundang sama petani Dairi dari sumatera, itu kegiatannya hari Rabu pekan lalu," kata Ramdan saat ditemui di rumah duka kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (5/9).

Ramdan mengaku kakaknya itu telah menempuh perjalanan yang cukup jauh hampir enam jam. Di sana, Faisal sempat bercerita banyak makan durian sampai akhirnya pada beberapa hari setelahnya kondisi kesehatan menurun.

"Terus pulang hari Sabtu (31/8) sudah lemas tapi enggak mau ke dokter, abang saya agak malas kalau ke dokter kalau nggak sakit sekali,” kata Ramdan.

Melihat kondisi sang Faisal yang semakin menurun, lanjut Ramdan, anak putrinya pun merayu ayahnya agar mau dibawa ke dokter. Setelah dibawa, disanalah diketahui kalau Faisal mengalami penurunan kesehatan pada jantungnya.

"Terus hari Senin mukanya agak lain keringat dingin, lalu dirayu putri satu-satunya Nabila, anak tengah, bilang 'Ayo ayah ke dokter' baru mau ke dokter. Kita bawa ke RS Mayapada Kuningan. Lalu ada ada dokter jantung mendeteksi kemungkinan jantung," kata Ramdan.

"Jadi mau dikateter, tapi gak stabil gula maupun ginjal. Jadi masuk icu dulu deh biar stabil senin siang. Lalu masuklah ICU. Semalam itu seharusnya sudah mulai membaik sudah mulai stabil," tambahnya.

Namun takdir berkata lain, Ramdan mengaku kalau sekira pukul 04.30 WIB atau waktu Subuh tadi, Faisal telah menghembuskan nafas terakhirnya, setelah melalui masa kritis pada dua hari lalu.

“Saya sudah bersiap mau ke sana tapi ternyata subuh tadi sudah tidak ada, keluarga sempat menunggu 2 jam masa emergencynya. Sempat dikateter sempet dipasang ring satu tapi tidak bisa diselamatkan lagi. Begitu kondisinya secara medis,” ucapnya.

Sementara untuk proses pemakaman, Faisal rencana akan dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan, sekira pukul 13.00 WIB siang ini. Nantinya Faisal akan menempati makam ayahnya yang sudah meninggal 81 tahun lalu atau 1981.

"Rencana ba'da ashar di Menteng Pulo, di timpa di makam ayah yang sudah meninggal tahun 81 (1981)," katanya.

Rekomendasi