Keluarga penumpang Lion Air JT610 berharap ada mukjizat
Merdeka.com - Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, masih mengharapkan ada mukjizat. Sehingga salah satu penumpang Muhammad Lutfi Nur Ramadhan selamat dari peristiwa pagi tadi.
Lutfi adalah warga Perumahan Wisma Jaya, Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur Kota Bekasi. Dia merupakan pegawai PT. Pos Indonesia di Pangkal Pinang. Sejak Jumat lalu dia berada di Jakarta untuk keperluan pekerjaan.
"Pagi tadi baru berangkat ke Pangkal Pinang, diantar sama orang tua," ujar Sasa, kakak ipar Lutfi pada Senin (29/10).
Ia mengatakan, keluarga mendapatkan kabar peristiwa kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang ditumpangi oleh Lutfi sekitar pukul 08.00 WIB melalui media. Keluarga lalu memastikan dengan mencari berbagai informasi.
Informasi baru terkonfirmasi setelah nama Lutfi masuk dalam daftar manifest Lion Air yang jatuh dalam perjalanan menuju ke Pangkal Pinang dari Bandara Soekarno-Hatta. Meski peluang selamat kecil, namun keluarga berharap ada mukjizat.
"Mohon doanya, mudah-mudahan ada mukjizat, meskipun kecil," kata dia.
Lutfi tinggal di Pangkal Pinang sekitar tiga tahun setelah diterima bekerja di PT. Pos Indonesia. Dia baru setahun menikah dengan istrinya Karlina yang kini sedang mengandung tua anak pertamanya.
"Istrinya langsung ke Jakarta setelah mendapatkan kabar ini, kabarnya sudah berada di Jakarta," ujar dia.
Untuk diketahui, pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10). Pesawat ini mengangkut 189 orang, 178 orang penumpang dewasa, 1 anak, dua bayi dan 7 orang awak kabin.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya