Kekesalan Menhan Ryamizard Saat Menko Wiranto Ditusuk Pria Diduga Terafiliasi ISIS

Kamis, 10 Oktober 2019 18:38 Reporter : Wisnoe Moerti
Kekesalan Menhan Ryamizard Saat Menko Wiranto Ditusuk Pria Diduga Terafiliasi ISIS Wiranto diserang pria berpisau. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Dua pelaku penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto berhasil diamankan. Keduanya bernama Syahril Alamsyah alias SA alias Abu Rara (31) dan FA (21). Mereka diduga terpengaruh paham radikalisme ISIS. Keduanya kini masih diperiksa penyidik Polres Pandeglang, Polda Banten dan Densus 88.

Menteri Pertahanan Jenderal TNI Purn Ryamizard Ryacudu kembali mengingatkan bahaya ISIS pascaperistiwa penusukan terhadap Wiranto.

"Kan sudah saya bilang waktu itu, hati-hati ISIS masuk, saya yang pertama kali bilang ISIS masuk kan," kata Ryamizard kepada wartawan di Jayapura, Papua, Kamis (10/10). Seperti dilansir Antara.

Ryamizard kesal karena berulang kali mengingatkan ancaman ISIS itu nyata tetapi terkadang tidak diindahkan.

"Dari dahulu saya bilang ancaman nyata itu ISIS, bencana alam, sudah 5 tahun lalu. Kadang-kadang kita tidak nyimak," ujarnya.

Menhan menegaskan, peristiwa itu tidak akan mengancam pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2019.

"Tidak (akan ancam pelantikan). Ya lantik saja, memang kenapa? Aman. Hajar saja yang memberikan tidak aman. Itu sudah aturan kok, segala macam, sudah hukum kita menang. Mau apa lagi? Saya kesal sebetulnya," katanya.

Sebelumnya, Kepala BIN Budi Gunawan mengaku sudah lama memantau pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto. Dia menyebutkan Abu Rara kerap berpindah-pindah tempat tinggal.

"Dari dua pelaku ini, kita sudah bisa mengindentifikasi bahwa pelaku adalah dari kelompok JAD Bekasi. Kita tahu bahwa saudara Abu Rara ini, dulu adalah dari sel JAD Kediri, kemudian pindah. Sudah kita deteksi pindah ke Bogor, kemudian karena cerai dengan istri pertama pindah ke Menes," kata Budi di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Budi Gunawan menyebut nama Abu Syamsuddin sebagai pihak yang memfasilitasi Abu Rara untuk pindah ke sana Banten.

"Difasilitasi oleh salah satu (jaringan) Abu Syamsuddin, JAD dari Menes untuk tinggal disana," ungkap Budi.

Budi Gunawan mengatakan jaringan Menes telah masuk daftar operasi BIN. Abu Syamsuddin juga sudah dideteksi untuk dilakukan penangkapan.

"Kegiatan dari pada yang bersangkutan memang sudah dideteksikan bahwa saat ini sedang dalam pengembangan untuk menangkap," katanya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini