Kekerasan Terhadap Perempuan Meningkat
Merdeka.com - Ratusan perempuan dari beragam latar belakang mulai dari aktivis, pekerja, buruh, hingga pelajar turun ke jalan. Mereka memperingati Hari Perempuan Internasional. Mereka menyuarakan desakan perlawanan atas kekerasan sistematis terhadap kaum perempuan.
"Lawan Patriarki," ujar salah seorang orator dalam teriakannya saat melakukan long march dari Jalan MH Thamrin menuju Taman Aspirasi Monas Jakarta Pusat, siang hari ini.
"Kami percaya bahwa kesetaraan, nirkekerasan, solidaritas, dan demokrasi adalah nilai dan prinsip yang harus ada untuk membangun kekuatan politik dan menghentikan kekerasan sistematis terhadap perempuan," ungkap Lini Zurlia, perwakilan massa aksi di lokasi.
Lini melanjutkan, sesuai dengan catatan akhir tahun Komisi Nasional Perempuan yang dirilis tahun ini, disebut bahwa 431.471 kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia yang dilaporkan pada tahun 2019. Diketahui, angka ini naik 6 persen dari catatan Komnas Perempuan tahun sebelumnya.
Lini menambahkan lewat aksi ini, kelompok perempuan Indonesia juga memiliki enam tuntutan.
Pertama tuntaskan kasus kekerasan terhadap perempuan, kedua bangun sistem perlindungan komprehensif bagi perempuan. Ketiga, cabut kebijakan diskriminatif gender, keempat sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Kelima, tolak omnibus law, RKUHP, RUU Ketahanan Keluarga dan terakhir hentikan agenda pembangunan yang berpihak pada investor.
Salah satu peserta aksi, Nining menambahkan, massa juga menuntut pemerintah menuntaskan kasus kekerasan terhadap perempuan, membangun sistem perlindungan komprehensif bagi perempuan, dan cabut kebijakan diskriminatif gender.
Reporter: Muhammad Radityo dan Ika DefiantiSumber: Liputan6.com
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya