Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kejaksaan Pertanyakan Perkembangan Kasus Kosmetik Ilegal di Polda Jatim

Kejaksaan Pertanyakan Perkembangan Kasus Kosmetik Ilegal di Polda Jatim Ilustrasi kosmetik ilegal

Merdeka.com - Lama tak ada kabar soal perkembangan penyidikan kasus kosmetik ilegal, Kejati Jatim pun berkirim surat ke Polda Jatim, menyusul habisnya tenggat waktu penyidikan sejak dikeluarkannya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Waktu penyidikan kasus ini dimulai Desember tahun lalu. Setelah diterimanya SPDP, penyidik berkesempatan merampungkan penyidikan sampai satu bulan. Sebelum kemudian melimpahkan berkas perkara ke kejati.

Namun, sampai Februari ini atau lebih dari satu bulan belum ada tanda-tanda proses penyidikan rampung. Sedangkan dari kasus kosmetik ilegal ini sendiri polisi telah menjerat Karina Indah Lestari sebagai tersangka.

"Kami kirim P-17 untuk menanyakan perkembangan hasil penyidikan. Karena sudah lewat 30 hari tidak ada tahap satu (pelimpahan berkas)," ujar Aspidum Kejati Jatim Asep Mariono, Minggu (3/2).

Surat P-17 ini dikirimkan setelah kejati mengeluarkan surat P-16 atau surat perintah penunjukan jaksa peneliti untuk kasus kosmetik ilegal yang meng-endorse sejumlah artis. Namun sampai kini Kejaksaan masih belum mendapatkan pemberitahuan dari penyidik kapan berkas perkara itu rampung untuk segera dilimpahkan ke kejati atau tahap satu.

Kini kejati masih menunggu pelimpahan perkara dari Polda Jatim. "Sekarang masih belum tahap satu. Baru SPDP yang kami terima," ucapnya.

Penyidik sebelumnya sudah menyidik kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi. Antara lain artis Nella Karisma dan Via Vallen yang di-endorse tersangka untuk mempromosikan produk kosmetik melalui media sosial.

Penyidik dikabarkan juga akan memeriksa sejumlah artis lain yang juga di-endorse. Antara lain Nia Ramadhani dan Ola Ramlan. Namun sampai kini belum ada kabar selanjutnya.

Desember tahun lalu, Polda Jatim mengungkap produsen kosmetik ilegal. Kosmetik itu diproduksi tanpa izin dari BPOM sehingga berpotensi membahayakan kesehatan. Dari pengungkapan itu, Karina sebagai pemilik ditetapkan sebagai tersangka. Dia mengendorse sejumlah artis untuk promosi melalui media sosial agar dipercaya konsumen.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP