Kecelakaan Lion Air, Kemenhub koordinasi intensif dengan Boeing dan GE

Sabtu, 3 November 2018 16:16 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Kecelakaan Lion Air, Kemenhub koordinasi intensif dengan Boeing dan GE Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Pramintohadi Sukarno. ©2018 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Pascainsiden jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Tanjung Karawang, pihak Kementerian Perhubungan terus melakukan pertemuan intensif dengan pihak maskapai penerbangan, produsen pesawat Boeing dan general electric selaku pembuat mesin.

Dalam pertemuan tersebut kata Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Pramintohadi Sukarno ada beberapa hal yang dibahas. Dia menjelaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Boeing dan Lion Air hingga Garuda Indonesia yang memiliki jenis Boeing 737 Max 8 untuk melakukan pengawasan.

"Telah melakukan pertemuan intensif dengan pihak Lion Air, boeing representatif, dan general electric. Ada beberapa hal yang kita bahas, kita berkoordinasi dengan boeing dan GE maupun lion air. Khusus dengan Boeing dan GE, kita minta agar kedua pihak memberikan support kepada Lion Air dan juga Garuda," kata Pramintohadi di kantornya, Jalan Merdeka Barat, Sabtu (3/11).

Pihaknya juga akan meminta pendampingan terkait dengan pengoperasian penerbangan pesawat jenis Boeing 737 Max 8. Tidak hanya itu pihaknya juga meminta dukungan akan terus dibahas terkait insiden kecelakaan yang terjadi pada Senin lalu.

"Di samping itu kami juga membahas permintaan dukungan sehubungan dengan terjadinya kecelakaan lion JT 610," ungkap Pramintohadi.

Selain itu, ada pun beberapa hal yang diminta oleh pihaknya kepada Boeing. Salah satunya yaitu berkoordinasi untuk proses evaluasi implementasi aspek kelaikudaraan, hingga kelengkapan peralatan.

Koordinasi tersebut kata dia masih terus berjalan. Dan butuh waktu untuk menyempurnakan proses tersebut. "Ini masih terus berjalan dan butuh waktu untuk melakukan proses tersebut," kata Pramintohadi.

11 Unit Boeing 737 Max-8 di Indonesia laik terbang

Pramintohadi menjelaskan terdapat 11 unit pesawat seri ini yang ada di Indonesia, yaitu 1 oleh Garuda Indonesia dan 10 dimiliki Lion Air.

"Kita melaksanakan beberapa inspeksi kemudian juga ada rem inspeksi khusus 737 seri 8 max dan sampai dengan saat ini semua hasil inspeksi yang telah di lakukan kesimpulannya adalah memenuhi standar kelaikudaraan. Dan pesawat tersebut dalam posisi operasi," ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya masih terus melakukan pengawasan di lapangan secara intensif. Walaupun kata dia jadwal setiap bulan berubah-ubah. Baik itu auditing kata dia hingga inspeksi. "Tetapi pihak kami secara rutin jada pemeriksaan tahunan terkait aerodinamis pesawat," papar Pramintohadi.

Tidak hanya itu, pihak otoritas bandara udara juga sudah melakukan pengecekan rem. Ditambah penajaman pengecekan pun kata dia berangsur terus diperiksa.

"Sampai dengan saat ini memang Indonesia terus semakin menjaga keselamatan penerbangan. Ada beberapa standar internasional yang sudah kita capai. Baik kategori 1, audit safety yang dilaksanakan montreal juga sudah di atas 80 persen. Kemudian sampai dengan saat ini kita sudah dinyatakan dilepas dan dilakukan 100 persen," papar Pramintohadi. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini