Kecelakaan Bus Maut di Tol Pejagan–Pemalang, Polisi Tepis Dugaan Sopir Mengantuk: Karena Sempat Diganti

Kecelakaan itu menewaskan satu orang sopir utama bus. Kini, polisi periksa empat saksi termasuk sopir pengganti yang mengemudikan bus.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Kecelakaan Bus Maut di Tol Pejagan–Pemalang, Polisi Tepis Dugaan Sopir Mengantuk: Karena Sempat Diganti
Kecelakaan Bus Maut di Tol Pejagan–Pemalang, Polisi Tepis Dugaan Sopir Mengantuk: Karena Sempat Diganti (Merdeka.com)

Polisi masih terus mendalami penyebab kecelakaan bus Zentrum di ruas Tol Pejagan–Pemalang KM 259.300 A, Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Selasa (17/3) yang menewaskan satu orang sopir utama bus sedang istirahat di bagasi barang. Pendalaman dengan memeriksa empat saksi untuk mengetahui penyebab kecelakaan.

"Ada empat saksi yang masih kita periksa yang kami duga diantaranya sopir ke dua, kernet dan beberapa penumpang yang duduk di belakang sopir," kata Kasat Lantas Polres Brebes AKP Ahmad Zainurrozaq saat dikonfirmasi, Rabu (18/3).

Dia menyebut pemeriksaan saksi sopir kedua lantaran yang membawa bus hingga menyebabkan kecelakaan. Terkait apakah sopir ngantuk atau tidak, yang pasti dari informasi bus dari Jakarta melaju dengan kecepatan tinggi.

"Jadi dugaannya jelas berkecepatan tinggi di jalur tidak semestinya di bahu jalan sehingga menabrak mobil pikap yang mogok. Kalau ngantuk tidak karena sempat ganti sopir," ujarnya.

Sopir utama merasa kelelahan dan mengantuk sehingga menyerahkan kemudi kepada sopir kedua bernama Wahyu. Korban kemudian beristirahat di bagian bagasi bus saat kecelakaan.

"Jadi diduga korban STM (60) terjepit badan bus hingga meninggal dunia," ujarnya.

Ditanya penyebab sopir kedua menabrak mobil Daihatsu yang mogok di bahu jalan lantaran depan busnya konvoi dua bus. Satu busnya itu bisa menghindar mobil pikap warna hitam yang sedang terparkir di bahu jalan.

"Kemudian bus yang kedua tidak dapat terhindarkan sehingga menabrak lalu mengguling melewati batas jalan kemudian singgah ke parit," jelasnya.

Sedangkan untuk sopir mobil pikap yang mogok di bahu jalan saat ini masih dalam perawatan. "Sopir mobil masih dalam keadaan kritis," ujarnya.

Sementara itu, dari 33 jumlah para korban yang dirawat di rumah sakit, kini masih 23 orang. Sisanya sudah bisa kembali ke tempat daerah masing-masing. Informasinya bus tersebut membawa penumpang dari Jakarta ke Kediri Jawa Timur.

"Ada beberapa korban yang dirawat sudah pulang. Rata-rata keluarganya meminta untuk dijemput di rumah sakit," pungkasnya.

Awal Kejadian

Kejadian bermula saat bus melaju dari arah barat ke timur dan diduga berusaha menyalip kendaraan lain melalui bahu jalan sebelah kiri.

Tabrak Pikap hingga Terguling

Di saat bersamaan, sebuah mobil pikap Daihatsu bernopol B-9108-BBI tengah berhenti di bahu jalan karena mengalami kendala teknis.

Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan, hingga bagian belakang pikap terguling ke sisi utara jalan tol.

Rekomendasi