Sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, diputuskan menjadi ibu kota negara menggantikan Jakarta. Empat kota tetangga disiapkan sebagai alternatif untuk memasok kebutuhan air bersih di kawasan ibu kota yang baru.
Proyek pembangunan kawasan ibu kota negara diperkirakan dimulai tahun 2020. Bappenas menarget, di tahun 2024, aparatur sipil negara (ASN) di Jakarta berangsur pindah ke kawasan ibu kota baru. Diperkirakan bakal ada 1,5 juta ASN pindah ke Kaltim.
Masih dalam kajian Bappenas, di lokasi yang diperkirakan dibangun kawasan ibu kota negara seperti Samboja Kutai Kartanegara dan Sepaku PPU, akan disiapkan sumber air baku lebih besar.
Namun demikian, empat kota lain di Kaltim juga dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan ibu kota baru. Keempat kota yang disiapkan Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) itu adalah Tenggarong, Balikpapan, Samarinda dan Bontang (TEBA-SABO).
"Sudah digaungkan BP SPAMS, akan dibangun SPAMS Teba Sabo," kata Humas PDAM Tirta Kencana Samarinda M Lukman kepada merdeka.com, dikonfirmasi Selasa (3/9).
SPAMS Teba Sabo merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), untuk mendukung pembangunan kawasan ibu kota negara. "Kita sebagai pengelola, sudah pasti siap mendukung program pemerintah," ujar Lukman.
"Jadi, ini merupakan gabungan empat daerah Tenggarong, Balikpapan, Samarinda dan Bontang sebagai alternatif. Di antaranya, Sungai Mahakam sebagai air baku utama, untuk mensuplai kawasan ibu kota," tambah Lukman.
Ditanya lebih lanjut apakah nantinya dalam PSN akan membangun jaringan pipa distribusi ke ibu kota baru, Lukman enggan menjelaskan lebih lanjut. "Kita belum berani ekspose lebih banyak karena itu proyek nasional. Yang jelas, kami siap, mendukung SPAMS Teba Sabo," tutup Lukman.