'Kebhinekaan di Indonesia tak perlu diperdebatkan'
Merdeka.com - Perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan di Tanah Air bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan. Sebagai bangsa yang majemuk justru sesama warga negara harus saling menghormati.
"Jadi jelas kebhinnekaan tidak perlu didebatkan, karena kebhinnekaan itu Islam sendiri," kata Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Hamim Ilyas, Jumat (28/7).
Selama ini, kata Hamim, di Indonesia yang berbeda-beda telah diakui sebagai warga negara penuh, sehingga hak-haknya harus dilindungi. Artinya, Indonesia dan kebhinnekaan dalam konsep Islam itu sudah tidak perlu dipersoalkan lagi.
"Itu bisa dilihat seluruh warga negara mendapat hak yang sama dan tidak ada diskriminasi," tuturnya.
Dia menjelaskan, bahwa Islam kaffah (sesungguhnya) dalam pengertian asbabun nuzul adalah integrasi sosial dan integrasi politik. Integrasi sosial itu di mana seluruh masyarakat merasa menjadi bagian tanpa ada diskriminasi, sedangkan integrasi politik di mana seluruh warga merasa menjadi bagian negara, tanpa adanya perbedaan.
"Pemimpin menggunakan kekuasaan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Itu konsep kepemimpinan ideal dan kekuasaan politik," tandasnya. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya