KBRI Bern Targetkan Peningkatan Ekspor Kopi Indonesia ke Swiss, Bidik Pasar Lebih Luas di Eropa
KBRI Bern berupaya tingkatkan ekspor kopi Indonesia ke Swiss, menargetkan pertumbuhan signifikan setelah nilai ekspor 2024 lampaui 25 juta dolar AS. Upaya ini dilakukan melalui partisipasi aktif di Swiss Coffee Festival 2025.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bern, Swiss, secara proaktif menargetkan peningkatan signifikan dalam ekspor kopi Indonesia ke Swiss. Langkah ini diambil menyusul keberhasilan nilai ekspor kopi pada tahun 2024 yang melampaui angka 25 juta dolar AS, menunjukkan potensi pasar yang besar di negara tersebut. Upaya strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi kopi Indonesia di kancah internasional.
Untuk mencapai target tersebut, KBRI Bern berencana menghadirkan sejumlah perusahaan kopi Indonesia dalam ajang Swiss Coffee Festival (SCF) 2025. Festival kopi terbesar di Swiss ini akan diselenggarakan di Zurich pada tanggal 22-23 November 2025, menjadi platform penting bagi promosi produk kopi unggulan Nusantara. Partisipasi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama bisnis yang lebih luas.
Duta Besar RI untuk Swiss merangkap Liechtenstein, Ngurah Swajaya, mengungkapkan optimisme terhadap peningkatan ekspor. "Mudah-mudahan ke depan kita juga bisa meningkatkan jumlah kedai kopi Indonesia di Swiss," ujarnya. Ia menambahkan bahwa sejak 2024, ekspor kopi Indonesia telah meningkat 23 persen atau setara 4,78 juta dolar AS dari tahun sebelumnya.
Memperkenalkan Specialty Coffee Indonesia di Swiss Coffee Festival
Partisipasi Indonesia dalam Swiss Coffee Festival (SCF) 2025 merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan specialty coffee Indonesia kepada khalayak Eropa. Festival ini menjadi sarana efektif untuk memperkuat pamor kopi unggulan Indonesia di kalangan masyarakat Swiss yang dikenal memiliki apresiasi tinggi terhadap kualitas kopi. Melalui ajang ini, diharapkan kopi-kopi istimewa dari berbagai daerah di Indonesia dapat lebih dikenal.
Dubes Ngurah Swajaya menekankan pentingnya ajang ini sebagai pintu gerbang. "Keikutsertaan Indonesia untuk yang ketiga kalinya di festival kopi terbesar di Swiss ini juga dapat membuka peluang ekspor dan kerja sama bisnis yang lebih luas," katanya. Dukungan penuh dari KBRI Bern dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Komite Indonesia-Swiss memastikan kelancaran partisipasi perusahaan-perusahaan kopi nasional.
Empat perusahaan kopi terkemuka dari Indonesia turut serta dalam festival ini, yaitu JYN Coffee, Edel Coffee, Jawa Uno, dan NOD. Mereka tidak hanya menghadirkan ragam kopi terbaik Indonesia, tetapi juga memperkenalkan inovasi terbaru dalam industri kopi. Kehadiran mereka diharapkan mampu menarik perhatian para importir dan distributor kopi di Swiss.
Setiap perusahaan membawa keunggulannya masing-masing. JYN Coffee misalnya, memamerkan specialty coffee Flores Bajawa andalan mereka. Sementara itu, Edel Coffee menyajikan ratusan cangkir kopi Aceh Gayo, Bali Kintamani, dan Toraja, sedangkan Jawa Uno memperkenalkan biji kopi asal Mandailing, Wamena, dan Temanggung kepada para pengunjung.
Inovasi Produk Kopi dan Ramah Lingkungan dari Indonesia
Selain biji kopi unggulan, inovasi teknologi juga menjadi sorotan dalam partisipasi Indonesia di SCF 2025. NOD, sebuah produsen mesin kopi asal Indonesia, memamerkan mesin kapsul kopi buatan Indonesia pertama yang memiliki kemampuan multifungsi. Mesin ini tidak hanya dapat menyeduh kopi, tetapi juga teh dan jamu, sebuah terobosan yang telah menyabet penghargaan nasional.
Antusiasme pengunjung terhadap inovasi ini sangat tinggi. Kepala Divisi Riset dan Pengembangan NOD, Galih, menyatakan, "Para pengunjung menunjukkan antusiasme yang tidak terduga, dan ini menjadi momentum kami untuk benar-benar memperkenalkan bahwa Indonesia memiliki beragam jenis kopi." Hal ini menunjukkan bahwa pasar Swiss terbuka terhadap produk-produk inovatif dari Indonesia.
Aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian khusus. Dalam pameran tersebut, turut dihadirkan produk "Cofea", yaitu kapsul kopi ramah lingkungan dan mudah terurai. Kapsul inovatif ini merupakan hasil karya Politeknik Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) asal Surakarta, Jawa Tengah, menunjukkan komitmen Indonesia terhadap produksi kopi yang bertanggung jawab.
Kehadiran produk-produk inovatif dan ramah lingkungan ini tidak hanya memperkuat citra kopi Indonesia sebagai produk berkualitas, tetapi juga sebagai produk yang peduli terhadap lingkungan. Diharapkan, upaya ini akan semakin mendorong peningkatan ekspor kopi Indonesia ke Swiss dan pasar Eropa lainnya, memperluas jangkauan produk-produk unggulan Nusantara.
Sumber: AntaraNews