Kasus suap, manajer PT Pelindo Energi Logistik dituntut 2 tahun bui

Rabu, 6 September 2017 23:11 Reporter : Masfiatur Rochma
Kasus suap, manajer PT Pelindo Energi Logistik dituntut 2 tahun bui Ilustrasi Sidang. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya menuntut terdakwa Manajer PT Pelindo Energi Logistik (PEL), Firdiat Firman dua tahun penjara dalam kasus pungutan liar ke perusahaan PT Akara Multi Karya, rekanan PT Pelindo III.

"Dengan ini kami memberikan tuntutan terhadap terdakwa atas nama Firdiat Firman dua tahun penjara, dan denda Rp 250 juta, subsider tiga bulan dalam kurungan penjara," kata JPU Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, Farkhan Junaedi, Rabu (6/9).

Dalam kasus ini, Direktur PT Akara Multi Karya Augusto kena operasi tangkap tangan (OTT) tim gabungan dari Tim Saber Pungli Mabes Polri, Polda Jawa Timur dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, November 2016.

Uang pungli diduga dinikmati terdakwa dan sejumlah pejabat Pelindo III Surabaya seperti Djarwo, Mieke dan Rahmad. Mereka kini masih dalam proses sidang pembuktian.

Dari situ, terdakwa Firdiat Firman dianggap bersalah telah melanggar pasal 368 ayat (1) KHU Pidana juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 juncto 64 ayat (1) KUH Pidana tentang Pemeresan.

Terdakwa juga melanggar pasal 3 Undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, juncto pasal 55 juncto pasal 65 ayat (1) tentang Tindak Pidana Korupsi. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini