Kasus Sekeluarga Tewas di Kalideres: Anak Meninggal Paling Akhir, Ini Sebabnya

Jumat, 9 Desember 2022 17:05 Reporter : Supriatin
Kasus Sekeluarga Tewas di Kalideres: Anak Meninggal Paling Akhir, Ini Sebabnya Olah TKP satu Keluarga meninggal di Kalideres. ©2022 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Misteri kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, akhirnya terungkap. Salah satunya, penyebab kematian anak dari keluarga tersebut bernama Dian.

Dokter Forensik RSCM atau FKUI, Ade Firmansyah Sugiharto mengatakan, Dian meninggal dunia karena kelainan pada paru. Temuan terbaru, Dian meninggal terakhir jika dibandingkan dengan ketiga jasadnya lainnya.

"Gambaran organ makroskopik saat pembedahan maupun hispatologi forensik dengan jelas kita meyakinkan sekali bahwa sebab kematiannya adalah kelainan di paru tersebut," kata Ade dalam konferensi pers, Jumat (9/12).

Kesimpulan Ade merujuk pada hasil pembedahan. Hasil bedah menunjukkan, ditemukan adanya perlengketan pada paru dengan dinding dada Dian. Kondisi ini biasanya terjadi akibat peradangan atau paru-paru kronis.

"Nah ini kalau dilihat dari gambaran hispatologi forensiknya, ternyata ada bintik-bintik hitam yang berada di potongan jaringannya. Ini biasa terjadi pada kondisi pneumokoniosis," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Menurut Ade, pneumokoniosis disebabkan banyak hal. Salah satunya, terlalu lama menghirup asbes dan silika.

Khusus pada kasus yang dialami Dian, kemungkinan akibat terlalu lama menghirup bedak talcum. Ade menyebut, temuan di tempat kejadian perkara, terdapat bedak talcum yang tak jauh dari posisi jenazah Dian.

Selain itu, sebelum meninggal dunia, Dian selalu memberikan bedak kepada ibunya. "Jadi ada salah satu pneumokoniosis yang terjadi akibat menghirup bedak talcum yang disebut talcosis," ujarnya.

"Jadi ini adalah kondisi peradangan menahun yang diakibatkan menghirup serbuk, bedak atau talc tadi," imbuhnya.

Ade menjelaskan, secara makroskopik, memang tidak ditemukan pendarahan pada rongga paru Dian. Alasannya, rongga tersebut sudah mengalami pembusukan.

"Namun melalui makroskopik kita menemukan adanya rongga yang juga berisi sel darah merah. Biasanya kondisi ini pada orang Indonesia TBC Paru itu masih jadi endemik itu masih bisa jadi penyebab kematian," tandasnya.

Satu keluarga di Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat, ditemukan tewas pada Kamis (10/11). Satu keluarga itu terdiri dari suami-istri berinisial RG (71), istri RM (66), anak DF (42), dan paman BG (68).

Baca juga:
Kasus Kalideres: Tak Ada Temuan DNA Lain di TKP dan Zat Bahaya di Tubuh Korban
Tak Ada Unsur Pidana, Penyelidikan Kasus Kematian Keluarga di Kalideres Dihentikan
Urutan Kematian Kasus Keluarga di Kalideres
Polisi Umumkan Penyebab Kematian Sekeluarga di Kalideres pada Jumat 9 Desember
Pakai Cara Ini, Polri Berhasil Ungkap Penyebab Kematian Sekeluarga di Kalideres
Menunggu Janji Polisi Buka-bukaan Soal Penyebab Sekeluarga Tewas di Kalideres

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini