Kasus PMK Melonjak, 7 Pasar Hewan di Klaten Tutup Sementara

Rabu, 25 Mei 2022 10:28 Reporter : Arie Sunaryo
Kasus PMK Melonjak, 7 Pasar Hewan di Klaten Tutup Sementara Pemeriksaan kesehatan sapi terkait wabah PMK. ©2022 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Klaten terus melonjak. Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, saat ini ada 6 kasus terkonfirmasi positif, sedangkan suspek mencapai 63 kasus.

Kepala DKPP Klaten Widiyanti mengatakan, kasus PMK tersebar di 12 desa yang ada di 6 kecamatan Kabupaten Klaten. Meskipun temuan kasus masih cukup kecil jika dibandingkan dengan populasi ternak, penambahan kasus dan potensi penyebaran penyakit itu tetap menjadi perhatian Pemkab Klaten.

"Melihat kondisi seperti itu maka diputuskan kami menutup sementara semua pasar hewan di Klaten," ujar Widiyanti.

Terdapat tujuh pasar hewan yang beroperasi di Klaten, yakni: Pasar Hewan Prambanan, Pasar Hewan Jatinom, Wedi, Pedan, Cawas, Bayat dan Pasar Hewan Plumbon Klaten Utara. Seluruhnya ditutup sementara untuk pengendalian virus PMK.

2 dari 2 halaman

Hasil Investigasi

Langkah penutupan pasar hewan ini merupakan hasil dari tahapan penanganan kasus PMK. "Tahapan yang pertama itu dalam menentukan sumber infeksi. Kedua, mengendalikan penyebaran virusnya," terangnya.

Tahapan yang ketiga adalah melakukan pengobatan hewan yang sakit, suspek, dan konfirmasi. Sementara tahap kelima yakni melakukan vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

"Ternyata hasil investigasi kami, sumber penularannya berawal dari pembelian ternak di pasar hewan. Adanya mobilitas hewan yang tinggi tidak hanya dari Klaten tapi juga luar Klaten," kata dia.

Melihat kondisi itu, Bupati Klaten memerintahkan untuk dilakukan penutupan pasar hewan sementara selama 14 hari. Harapannya kasus ini bisa lebih ditekan untuk penyebaran virus PMK ke wilayah-wilayah lain. Untuk wilayah yang sudah terindikasi terdapat virus PMK akan dilakukan pengobatan hingga penyemprotan disinfektan.

"Untuk hewan yang terkena PKM harus dilakukan isolasi mandiri di kandang masing-masing, bagi yang sakit jangan dibawa keluar kandang dulu. Peternak juga kita minta untuk bisa menjaga kebersihan kandang ternak," tutup dia. [yan]

Baca juga:
Sapi Terjangkit PMK Makin Banyak, Pemkab Tulungagung Ambil Tindakan Ini
Ulama Tegaskan Hewan Sakit Tidak Bisa Dijadikan Kurban
Ribuan Hewan di Sumut Terjangkit PMK, Ini Reaksi Edy Rahmayadi
Bupati Nyatakan Wabah PMK di Garut sebagai Kejadian Luar Biasa, Ini 4 Faktanya
Mentan Syahrul Akui Belum Tahu Asal Masuknya Virus PMK ke RI
Mentan Jamin Distribusi Hewan Ternak Lancar Jelang Idul Adha

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini