Kasus pembunuhan remaja di Radar AURI Depok bermotif saling ejek di jalanan
Merdeka.com - Polisi telah mengamankan enam remaja diduga pelaku penganiaya Andika Saputra (17) hingga menyebabkan nyawanya melayang. Dari hasil pendalaman penyidik diketahui bahwa pemicu terjadinya perkelahian karena salig ejek kelompok korban dan pelaku.
Kejadian bermula ketika kelompok korban melintas bersamaan 12 motor. Mereka hendak menuju Jalan Raya Bogor. Ketika melintas di Jalan Radar Auri kelompok korban berpapasan dengan pelaku.
Kemudian terjadi saling ejek yang pertama kali dilakukan kelompok korban. Tak terima kelompok pelaku akhirnya melaaan dan terjadi perkelahian.
"Kami amankan enam orang yaitu NW (17), MS (15), AP (16), MF (16), KF (16) dan SH (17). Mereka diamankan di kediamannya masing-masing," kata Kasatreskrim Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan, Selasa (6/11).
Kelompok korban langsung melarikan diri ketika melihat kelompok pelaku sudah berbekal senjata. Sayangnya korban yang sedang dalam kondisi pincang tertinggal dan menjadi bulan-bulanan pelaku.
"Para pelaku ternyata sudah mempersiapkan diri, dengan senjata tajam seperti celurit dan pipa besi," tandasnya.
Para pelaku membabi-buta memukuli korban. Bahkan ada yang sampai melukai menggunakan senjata tajam.
"Pelaku ini mengaku ada yang memukul, mengayunkan celurit dan pipa hingga menewaskan korban," ucapnya
Warga pun melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Kemudian para pelaku diamankan dan dimintai keterangan. Sedangkan korban dibawa ke RS Sentra Medika namun sudah meninggal. Kemudian divisum di RS Polri Kramat Jati.
"Saat itu, kita lakukan olah TKP dan mengautopsi terhadap jenazah korban. Setelah itu petugas mengumpulkan sejumlah saksi lalu bergerak melakukan penangkapan terhadap keenam pelaku tersebut," katanya.
SH (17) salah satu pelaku mengatakan tidak berniat membunuh. Dia mengaku hanya membela diri lantaran melihat rekan korban banyak.
"Mereka datang banyakan, kalau saya enggak melawan mungkin saya yang akan dibunuh," kata SH.
KF pelaku lainnya mengaku hanya ikut-ikutan menganiaya korban. Menurutnya, gerombolan korbanlah yang lebih dulu mengejek teman-temannya.
"Teman saya semuanya langsung nyamperin mereka, saya yang lagi main games di handphone jadi ikutan juga cuma mukul aja pakai tangan kosong," kata dia.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya