Kasus pembakaran bendera di Garut, ketua GP Anshor dilaporkan ke Bareskrim

Kamis, 25 Oktober 2018 16:54 Reporter : Merdeka
Kasus pembakaran bendera di Garut, ketua GP Anshor dilaporkan ke Bareskrim Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia mempolisikan Ketua GP Anshor Yaqut Chaolil Qaumas dilaporkan ke Bar. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Gerakan Pemuda (GP) Anshor Yaqut Chaolil Qaumas dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri, terkait pembakaran bendera yang identik dengan simbol Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut, Jawa Barat.

Ketua Biro Hukum Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (Pushami), Aziz Yanuar Prihatin menyampaikan, pihaknya melaporkan Yaqut dengan dugaan pidana konflik SARA, penistaan agama dan UU ITE.

"Karena dari beberapa statemennya itu kita anggap sebagai tindakan provokasi, yang akhirnya diikuti oleh anggota-anggotanya," tutur Aziz di Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (25/10).

Menurut Aziz, Banser NU juga melakukan sweeping terhadap simbol-simbol yang diduga identik dengan HTI. Padahal, tidak ada satu pun lambang atau tanda bertuliskan ormas yang kini sudah dibubarkan itu.

"Kalau takut terinjak-injak, tak perlu dibakar lah. Bisa dipungut, taruh di kardus, simpan di tempat yang baik gitu. Kalau ada tulisan HTI-nya kan bisa dihapus, bisa digunting tulisan HTI-nya, enggak perlu lah dibakar," jelas dia.

Aziz mengakui bahwa membakar alquran atau kata dan kalimat bertuliskan nama Allah dibolehkan jika niatannya untuk memuliakan. Hanya saja, suasana dalam aksi tersebut menimbulkan perdebatan.

"Yang jelas-jelas bahwa dari pembakaran itu mereka menyanyi-nyanyi mars NU. Itu artinya apa, mereka melakukan itu dengan gembira dan dengan sengaja seperti itu. Jadi saya bisa pastikan di situ tidak ada tulisan Hizbut Tahrir Indonesia. Misalnya ada Alquran tercecer, kita bakar. Tapi tidak membakar sambil yel-yel kan. Kita enggak sambil teriak-teriak dengan bangga," Aziz menandaskan.

Selain Yaqut, dua pelaku pembakaran atas nama Rohis dan Faisal juga turut dilaporkan. Laporan itu tertuang dalam surat dengan nomor LP/B/1365/X/2018/BARESKRIM tanggal 25 Oktober 2018.

Reporter: Nanda Perdana Putra [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini