Kasus Keracunan Sate dan Gulai Kambing 55 Santri di Kebumen Menunggu Hasil BPOM

Kamis, 4 April 2019 20:33 Reporter : Abdul Aziz
Kasus Keracunan Sate dan Gulai Kambing 55 Santri di Kebumen Menunggu Hasil BPOM Ilustrasi. ©2019 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Kasus keracunan makanan yang menimpa puluhan santri pondok pesantren (Ponpes) Roudhotul Ullum, Desa Karangtanjung, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, masih diteliti penyebab utamanya. Hasil penyebab keracunan masih menunggu pemeriksaan oleh Balai POM Semarang.

Sampel makanan telah dikirimkan oleh Dinkes Kebumen ke BPOM Semarang untuk mengetahui makanan mana yang menyebabkan korban merasa pusing, mual, dan diare tersebut. Sedang terkait kondisi korban, dari laporan Polres Kebumen, sejumlah korban keracunan pada Kamis (4/4) sudah bisa dipulangkan. Mereka telah mendapatkan perawatan medis sejak Rabu (3/4) kemarin.

"Informasi yang kami terima dari Kapolsek Kebumen, AKP Hari Harjanto, sebagian korban sudah bisa dipulangkan. Namun kami belum tahu secara pasti berapa korban yang telah pulang," jelas AKP Suparno saat dikonfirmasi, Kamis (4/4).

Kasus keracunan tersebut dialami oleh 55 santri dari Ponpes Roudhotul Ullum dan anak Panti Nurul Barokah. Mereka keracunan setelah mengkonsumsi Sate dan Gulai Kambing yang dibagikan oleh Panti Nurul Barokah.

Akibatnya 48 Santri Roudhotul Ullum dilarikan ke RSUD Kebumen. Sedang 7 anak Panti Nurul Barokah dibawa ke Klinik Siti Khodijah Kebumen.

"Sudah mendapatkan perawatan medis," kata Suparno.

Pihak Panti Nurul Barokah, Fatahudin telah membeli 300 bungkus kotak nasi di salah satu warung sate di daerah Kelurahan Panjer Kebumen kepada santri Ponpes Roudhotul Ullum. Nasi kotak tersebut ia bagikan kepada para santri dan tetangganya. Setelah menyantap, para santri dan anak Panti keracunan. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Keracunan Makanan
  2. Kebumen
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini