Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus dugaan korupsi PDAU Sidoarjo, HP dirut dan Kabag umum disita

Kasus dugaan korupsi PDAU Sidoarjo, HP dirut dan Kabag umum disita Ilustrasi Suap. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyidik Kejari Sidoarjo menyita dua telepon seluler milik petinggi Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Sidoarjo. Penyitaan itu terkait dugaan korupsi pengelolaan keuangan dalam kurun waktu enam tahun terakhir.

Kasi Intelijen Kejari Sidoarjo Andri Tri Wibowo mengatakan, dua ponsel yang disita itu milik Direktur, Amral Soegianto dan Kabag umum yang juga menjabat Kepala unit Gas, Siti Winarni.

"Dua ponsel itu sudah kami sita berbarengan saat penggeledahan lalu. Dokumen penting serta Cpu juga kami sita," kata Andri, Selasa (25/4).

Andri menilai ponsel yang disita milik petinggi perusahaan plat merah Pemkab Sidoarjo itu sangat penting untuk proses penyidikan. Terlebih dalam proses pengungkapan dugaan korupsi pengelolaan keuangan mulai tahun 2010-2016.

"Itu (ponsel) kami sita karena berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dia, sarana komunikasi dan mungkin ada data-data penting, karena kan ponsel sekarang tidak hanya itu alat komunikasi saja, namun juga untuk menyimpan data," jelasnya.

Meski demikian, dua petinggi tersebut kini masih status saksi. "Mereka masih sebagai saksi, dalam waktu dekat akan kami panggil," pungkas mantan Kasi Intelijen Kejari Batam itu.

Perlu diketahui, Kejari Sidoarjo telah menaikkan status ke tingkat Penyidikan dugaan korupsi miliaran rupiah di PDAU Sidoarjo sejak 6 tahun terkahir yakni 2010-2016. Bahkan, sehari pasca dinaikkan penyidikan, 9 penyidik langsung menggeledah kantor PDAU Sidoarjo, Jalan Untung Suropati, kota setempat, pada Kamis (20/4) siang.

Kejari menduga bocornya pengelolaan keuangan negara di Perusahaaan plat merah milik Pemkab Sidoarjo yang membawahi beberapa unit diantaranya Delta Property, Delta Grafika, Delta Advertaising dan Delta Gas itu.

Namun, penyidik memfokuskan tiga diantaranya yakni Delta Grafika, Delta Gas dan Delta Properti mendalami dugaan bocornya miliaran uang negara itu. Proses itu sudah memanggil sejunlah petinggi di antaranya PDAU Sidoarjo, SKK Migas Jabanusa, Lapindo Brantas Inc dan PT. BBG.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP