Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muhammad Ali buka suara soal 23 prajurit marinir tertimbun longsor Cisarua, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kasal membenarkan kabar tersebut, pun ia mengucapkan bela sungkawa terhadap para keluarga prajurit yang menjadi korban.
"Memang terdapat 23 anggota marinir yang tertimbun longsor. Saat ini sudah diketemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia dan yang lainnya belum ditemukan," ungkap Kasal kepada wartawan usai rapat bareng Komisi I DPR RI, Jakarta, Senin (26/1).
Kasal mengungkap, keberadaan prajurit marinir di lokasi adalah dalam rangka latiha pra-tugas sebagai persiapan pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG).
"Memang mereka sedang melaksanakan latihan pratugas untuk dikirim melaksanakan (pengamanan) perbatasan RI-PNG. Memang dilaksanakan latihannya di sana," jelasnya.
Nahas, hujan lebat yang mengguyur lokasi latihan selama hampir dua malam berturut-turut memicu tanah longsor yang menimpa pemukiman penduduk sekaligus para prajurit yang sedang berlatih.
"Saat itu memang kondisinya hujan lebat, selama hampir 2 malam hujan terus, mungkin itu yang mengakibatkan terjadinya longsor, dan itu menimpa penduduk satu desa dan kebetulan ada prajurit kita yang sedang berlatih di sana," tutur Ali.
Advertisement
Kerahkan Drone dan Anjing Pelacak
Laksamana Ali mengakui proses pencarian masih terkendala akses jalan yang sempit dan cuaca, sehingga alat berat belum bisa masuk maksimal. Meski demikian, TNI AL mengerahkan teknologi canggih untuk mempercepat penemuan korban yang masih hilang.
"Tapi ini kita akan terus melaksanakan pencarian dengan teknologi, dengan drone, dan menggunakan thermal, dan juga dengan anjing pelacak," pungkasnya.
Advertisement
23 Prajurit Marinir Tertimbun Longsor
Sebelumnya, Kodam III/Siliwangi menyatakan masih menelusuri dugaan tersebut di tengah kendala cuaca ekstrem dan medan sulit yang menghambat alat berat masuk ke lokasi. Saat itu, Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin belum dapat memastikan apakah ada anggotanya di antara 83 orang yang dinyatakan hilang dalam data sementara.
Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie