Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Karhutla di Sumsel berada di lahan konflik perusahaan dan warga

Karhutla di Sumsel berada di lahan konflik perusahaan dan warga Helikopter BNPB padamkan kebakaran hutan di Ogan Komering Ilir. ©AFP PHOTO/Abdul Qodir

Merdeka.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan sepekan terakhir berada di lahan konflik antara perusahaan dan masyarakat. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) didesak mengambil kebijakan agar lahan segera dikelola.

Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim, Najib Asmani mengungkapkan, kebakaran lahan tersebut berada di beberapa titik di Kecamatan Pedamaran dan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Semuanya berada di lahan konsesi perusahaan perkebunan tetapi masih bersengketa dengan masyarakat setempat.

"Sampai sekarang ada 350-an hektar yang terbakar, semuanya masuk dalam konsesi perusahaan, tapi masih berkonflik dengan masyarakat, masyarakat klaim punya mereka," ungkap Najib, Rabu (25/7).

Lantaran masih berkonflik, kata dia, lahan tersebut tidak dikelola dan menjadi semak belukar. Setiap musim kemarau, lahan itu kerap terjadi kebakaran.

"Selama ini kondisinya jadi lahan tidur, akhirnya langganan kebakaran," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta KLHK segera mengeluarkan kebijakan agar kebakaran tidak terus terulang. Pemerintah sebaiknya memberikan solusi yang menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat karena konflik itu muncul sejak lama.

"Yang kami tawarkan ada tiga, lahan itu dikelola perusahaan atau dikelola masyarakat, atau juga bisa masyarakat dan perusahaan jalin kemitraan, sama-sama mengelolanya," kata dia.

"Usulan kita itu masih dikaji KLHK, masih dimaping, kita tunggu saja," sambungnya.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP