Karantina Banten Gelar Kegiatan Sosial & Edukatif: 148 Kantong Darah Terkumpul Sesuai Usia Lembaga!

Karantina Banten merayakan Hari Karantina ke-148 dengan serangkaian kegiatan sosial dan edukatif di Banten, termasuk donor darah dan vaksinasi rabies gratis. Apa saja manfaatnya bagi masyarakat?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Karantina Banten Gelar Kegiatan Sosial & Edukatif: 148 Kantong Darah Terkumpul Sesuai Usia Lembaga!
Karantina Banten merayakan Hari Karantina ke-148 dengan serangkaian kegiatan sosial dan edukatif di Banten, termasuk donor darah dan vaksinasi rabies gratis. Apa saja manfaatnya bagi masyarakat? (AntaraNews)

Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) baru-baru ini menyelenggarakan serangkaian kegiatan sosial dan edukatif. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat komitmen pelayanan publik serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di wilayah Banten.

Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 13 hingga 17 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Karantina yang ke-148. Perayaan ini tidak hanya bersifat seremonial, namun juga diisi dengan aksi nyata yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.

Kepala Karantina Banten, Duma Sari M, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting. "Kami ingin peringatan Hari Karantina tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga memberi manfaat langsung kepada masyarakat sekitar," ujar Duma Sari M di Tangerang.

Aksi Sosial Karantina Banten: Donor Darah dan Vaksinasi Rabies

Dalam rangka memperingati Hari Karantina ke-148, Karantina Banten menggelar berbagai kegiatan sosial yang berfokus pada kesehatan dan kesejahteraan. Salah satu kegiatan utama adalah donor darah, yang berhasil mengumpulkan 148 kantong darah.

Jumlah kantong darah yang terkumpul ini memiliki makna khusus, karena sesuai dengan usia lembaga karantina yang genap 148 tahun. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari pegawai, mitra kerja, serta masyarakat sekitar wilayah pelayanan Karantina Banten.

Selain donor darah, Karantina Banten juga mengadakan pemeriksaan hewan penular rabies (HPR) dan vaksinasi rabies gratis. Sebanyak 73 ekor hewan telah divaksinasi, terdiri dari 54 ekor kucing, 11 ekor anjing, dan 8 ekor rakun. Program ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit rabies di Banten.

Aksi sosial ini mendapat apresiasi karena turut membantu menjaga stok darah nasional serta mencerminkan semangat gotong royong. "Ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran untuk memperkuat komitmen pelayanan publik dan kepedulian sosial," ucapnya.

Edukasi dan Pemberdayaan Ekonomi Melalui Bazar UMKM

Selain kegiatan sosial, Karantina Banten juga memanfaatkan momentum Hari Karantina untuk memperkuat layanan publik melalui edukasi dan pemberdayaan ekonomi lokal. Rangkaian acara diselenggarakan di dua lokasi strategis, yaitu Satuan Pelayanan Bandara Soekarno-Hatta dan Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Merak.

Kegiatan edukasi ini disampaikan melalui layanan informasi dan sosialisasi di area kegiatan, yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Edukasi ini berfokus pada pentingnya peran karantina dalam melindungi sumber daya hayati Indonesia dari ancaman hama dan penyakit.

Peringatan Hari Karantina juga dimeriahkan dengan bazar murah yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan serta pegawai Karantina Banten. Beragam produk dijajakan, mulai dari makanan dan minuman, sembako, ikan hias, produk olahan, tanaman hias, pakaian, hingga perangkat elektronik.

Perputaran ekonomi pada bazar ini diperkirakan mencapai sekitar Rp75 juta, menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi positif antara Karantina Banten dan masyarakat di sekitar satuan pelayanan.

Kolaborasi untuk Perlindungan Sumber Daya Hayati

Karantina Banten menekankan pentingnya kolaborasi dalam upaya perlindungan sumber daya hayati nasional. Wilayah Banten, sebagai jalur strategis mobilitas hewan antarpulau, memiliki peran krusial dalam menjaga keamanan hayati.

Edukasi yang diberikan kepada masyarakat menyoroti bahwa perlindungan terhadap hewan, ikan, dan tumbuhan tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi dari semua pihak untuk menjaga Indonesia tetap aman dari hama dan penyakit yang mengancam ketahanan hayati.

Kepala Karantina Banten menegaskan komitmen lembaganya. "Pelindungan terhadap hewan, ikan, dan tumbuhan tidak bisa dilakukan sendiri. Butuh kolaborasi semua pihak agar Indonesia tetap aman dari hama dan penyakit yang mengancam ketahanan hayati dan menjaga keamanan pangan," kata dia.

Dengan berbagai inisiatif ini, Karantina Banten terus berupaya hadir sebagai mitra masyarakat. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan pangan dan keberlanjutan sumber daya hayati nasional melalui pelayanan publik yang komprehensif dan edukasi berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi