Kapolri sebut napi teroris di Mako Brimob dikepung 1.000 anggota Polri
Merdeka.com - Peristiwa kerusuhan napi terorisme berujung penyanderaan anggota Polri di Rutan Mako Brimob telah berakhir. 145 Napi teroris telah dikirim ke Lapas Nusakambangan, sementara 10 lainnya masih di Mako Brimob.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku mendapatkan laporan terjadinya kerusuhan saat masih berada di Yordania, Selasa (8/5) malam. Setelah mendapat informasi, Kapolri langsung melakukan koordinasi dengan Kepala Densus 88 dan Komandan Korps Brimob yang berada di lokasi.
"Kemudian saya juga sampaikan kepada Wakapolri untuk memimpin langsung didampingi Kapolda Metro, Kabareskrim dan lain-lain," kata Jenderal Tito di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/5).
Kapolri menyesalkan terjadinya aksi kekerasan terhadap anggota Densus 88 oleh para napi teroris. Akibat kekerasan tersebut, lima anggota Polri meninggal dunia.
"Namun dalam peristiwa itu sempat terjadi perlawanan sehingga akhirnya dilakukan penembakan, dari tahanan teroris ada satu yang tertembak dan kemudian kita ketahui tewas dan satunya lagi terluka tertembak di bagian tangan," katanya.
Menurutnya, para napi teroris tersebut sempat merampas sejumlah senjata. Dia pun langsung memberi perintah agar rutan Mako Brimob dikepung. Kapolri menjelaskan pengepungan dilakukan sekitar 1.000 personel Polri.
"Dengan kekuatan cukup besar saya tanya di dalam lebih kurang ada 125 orang dan kemudian ada satu bayi di dalam. Anggota yang disandera ada satu yang masih hidup dan kemudian jumlah anggota yang kepung hampir 800 sampai 1000. Saya anggap cukup itu," katanya.
Kerusuhan napi terorisme dengan petugas Polri di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, terjadi sejak Selasa (8/5) malam dan baru berakhir pagi tadi. Enam anggota Polri disandera oleh mereka. Lima di antaranya meninggal dunia akibat dibunuh mereka. Sementara satu anggota Polri akhirnya dilepaskan hidup-hidup.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya