Kapolri minta Komnas HAM beri pelatihan ke polisi agar tak melanggar

Kamis, 15 Februari 2018 17:56 Reporter : Nur Habibie
Kapolri minta Komnas HAM beri pelatihan ke polisi agar tak melanggar Penyelundupan narkoba dalam mesin cuci. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengunjungi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat. Maksud kedatangannya untuk audiensi dengan beberapa Komisioner Komnas HAM yang sebelumnya sudah mengirimkan surat ke dirinya.

"Temen-temen pimpinan komisioner Komnas HAM kirim surat ke Mabes Polri lebih kurang dua-tiga minggu yang lalu untuk melaksanakan audiensi sehubungan beliau-beliau melaksanakan tugas baru sebagai Komisioner kecuali bu Sandra yang lama. Saya berusaha mengatur waktu kapan yang pas tapi enggak pas terus karena banyak sekali kegiatan," ujar Tito di gedung Komnas HAM di Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Kamis (15/2).

"Saya lihat hari ini ada waktu yang relatif senggang, daripada di Mabes takut enggak jadi, udah saya dateng ke sini. Apalagi saya juga enggak asing dengan tempat ini. Karena sejak zaman saya Mayor, Letkol, saya sudah di sini. Tapi jadi pengamanan kalau ada demo. Setelah itu saya sering di sini pas jadi Kombes, Kapolda Papua, Reserse Polda Metro, sering kasus berhubungan di sini, di Poso, Kapolda Metro, pas Kapolri juga sering ke sini di komisioner lama," sambungnya.

Selain itu, kunjungannya ke Komnas HAM juga untuk melakukan silaturahmi.

"Intinya tentu ini silaturahim karena beliau sebagian besar baru menjabat. Kita perlu bangun hubungan dulu, kita harapkan ada hubungan kerjasama yang baik antara Polri dan Komnas HAM dengan menghormati tugas pokok masing-masing. Enggak berarti datang ke sini Polri mau deketin Komnas HAM supaya kongkalikong, enggak. Kita paham masing-masing punya tugas dan fungsi di negara ini," ujarnya.

Tito berkeinginan jika anak buahnya mendapatkan pelatihan seputar Hak Asasi Manusia. "Ada program kita ingin Komnas HAM membantu pelatihan-pelatihan kepada anggota polisi tentang HAM di semua lini," ucapnya.

Lebih lanjut, dalam hal ini antara Polri dan Komnas HAM sudah melakukan nota kesepamahaman. Dan dirinya ingin agar kerjasama itu bisaa diteruskan oleh anggotanya di setiap daerah masing-masing.

"Saya minta dilanjutkan dengan polda-polda lain yang relatif rawan pelanggaran HAM," ujarnya.

Mantan Kepala BNPT ini juga mengungkapkan, kalau Polri dan Komnas HAM membuat program pemberian penghargaan terhadap anggota kepolisian di bidang HAM. Sehingga Komnas HAM tak selalu menyoroti pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kepolisian.

"Penilaian Komnas HAM ada juga polisi yang baik. Kalau misalnya dia mengamankan persekusi yang merupakan hak individu, HAM, dianggap salah, digeret segala macem, kemudian polisinya tangkap, berani ambil keputusan, itu juga diberi reward oleh Komnas HAM," jelasnya.

"Kalau polisi paham tentang HAM, kemudian mereka menjadi mitra dari Komnas HAM yang mungkin man powernya terbatas, ini bisa jadi perpanjangan tangan dalam rangka memperjuangkan HAM," sambungnya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini