Kapolri ingin Polwan jadi Kapolda tipe A, bukan sebagai pengantar makanan
Merdeka.com - Jumlah personel Polisi Wanita (Polwan) dalam korps Bhayangkara masih rendah. Tercatat saat ini persentasenya hanya 20 persen dari total jumlah polisi.
"Polri masih didominasi Polki (Polisi Laki-laki). 20 persen dari polwan. Padahal sekarang eranya kesamaan gender, emansipasi. Kita inginnya polwan itu enggak jadi second class citizens," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat pidato dalam acara hari jadi Polwan dan Bhayangkari di Mapolda Metro Jaya, Minggu (20/8).
Dengan adanya emansipasi wanita, Tito menginginkan nantinya Polwan bisa menempati posisi sebagai Kepala Polisi Daerah (Kapolda) pada wilayah kepolisian tipe A.
Karena untuk wilayah tipe B, lanjut Tito, sudah pernah dijabat oleh seorang Polwan. Untuk saat ini saja, sudah empat polwan telah berpangkat Brigadir Jenderal.
Hal itu dikatakan setelah dia melihat sebuah pertunjukan bela diri oleh para Polwan, di mana salah satu Polwan bernama Brigadir Indah berhasil menjatuhkan dua lelaki dengan cara mempiting menggunakan tangan dan kaki.
"Nanti kita akan mencari Polwan yang bagus yang tepat untuk menjadi Kapolda. Tapi bukan hanya Kapolda Tipe B. Jadikan Kapolda bintang dua. Tipe B sudah pernah. Di Banten pernah. Yang agak keras dikit gitu," ujarnya.
Tito menginginkan Polwan dijadikan Kapolda tipe A, walaupun minimnya Polwan di institusi kepolisian. Karena dirinya mencontoh dibeberapa negara seperti Inggris dan Australia diberikan jabatan strategis.
Berbeda halnya dengan di Indonesia. Menurut Tito, Polwan di Indonesia mayoritas hanya berfungsi sebagai pemanis saja.
"Padahal mereka didik untuk tadi, nangkap maling. Di jabatan-jabatan operasional, dilatih didik apalagi di Akpol. Sayang sekali mereka hanya untuk mengantar minum dan makanan," pungkasnya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya