Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapolda Sulsel minta TNI dilibatkan jaga TPS di Pemilu 2019

Kapolda Sulsel minta TNI dilibatkan jaga TPS di Pemilu 2019 Kapolda Sulsel Irjen Polisi Umar Septono release narkoba 5 kg. ©2018 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Diperkirakan jumlah penduduk di Sulsel saat Pemilu 2019 mendatang bertambah, sehingga bakal mempengaruhi jumlah TPS. Olehnya dibutuhkan pelibatan TNI dalam penjagaan TPS untuk menutupi kekurangan personel Kepolisian.

Hal ini diungkap Kapolda Sulsel Irjen Polisi Umar Septono saat ditanya wartawan usai upacara dan gelar pasukan operasi Mantap Brata 2018, dilanjutkan dengan simulasi pengamanan capres dan cawapres di lapangan Karebosi Makassar, Rabu (19/9). Hadir pula Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi.

"TNI yang selama ini tidak dilibatkan, mungkin nanti dilibatkan untuk jaga TPS karena kekuatan Polri itu terbatas. Tapi masih dibicarakan karena bukan kita yang putuskan. Saya ada Kapolri, Pangdam ada Panglima," kata Umar Septono.

Selain karena jumlah penduduk bertambah, waktu pelaksanaan pencoblosan hingga penghitungan suara dalam Pemilu nanti akan lebih panjang yakni 16 jam. Artinya dari pagi dan bisa sampai malam bahkan bisa molor hingga pagi hari lagi, tergantung situasi masing-masing TPS.

"Ini yang agak riskan karena waktunya pagi hingga malam, bahkan bisa molor sampai pagi lagi karena permasalahan masing-masing TPS itu beda," ujar Umar Septono.

Sementara Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi mengatakan siap mem-backup Polri dalam Pemilu 2019.

"Jika dulu hanya jaga objek vital, tapi nanti karena jumlah penduduk bertambah maka TPS-nya akan tambah. Maka mungkin nanti kita diminta diperbantukan jaga TPS," kata Surawahadi.

Namun demikian, tambahnya, hal ini akan dilaporkan dengan pimpinan tertinggi baik ke Mabes TNI maupun ke Mabes AD.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP