Kapolda Metro beri waktu hingga pukul 20.00 WIB buat mahasiswa bubar
Merdeka.com - Ratusan mahasiswa yang berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi sejak siang tadi menggelar demonstrasi memprotes pemerintahan Jokowi-JK atas kenaikan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di Kepolisian, kenaikan tarif dasar listrik, dan kenaikan harga BBM, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.
Namun, hingga pukul 19/53 WIB, para mahasiswa masih terus bertahan di lokasi. Padahal batas waktu pelaksanaan demonstrasi telah berakhir yakni pukul 18.00 WIB.
Ratusan aparat kepolisian pun disiagakan di lokasi. Namun polisi belum membubarkan massa. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengatakan, saat ini situasi masih kondusif. Para mahasiswa, katanya, meminta waktu untuk Salat Isya. Karenanya, pihaknya memberikan waktu hingga pukul 20.00 WIB. Setelah itu mahasiswa diminta membubarkan diri.
"Sekarang mereka minta waktu untuk salat Isya saja, maka saya berikan waktu sesuai permintaan sampai salat Isya. Mungkin pukul 20.00 WIB lah karena sudah bicara tadi dia minta waktu buat berdoa," kata Irjen Pol M Iriawan di lokasi, Kamis (12/1).
Menurutnya, setelah mahasiswa selesai melaksanakan Salat Isya mereka rencananya akan membubarkan diri.
"Tadi sudah janji kepada Kapolres kepada saya kalau tadi memang mereka turun siang kan jam 13.00 WIB. Yang jelas mereka sudah puas dengan apa yang direspons oleh pemerintah yang diwakili oleh Pak Teten Masduki. Beberapa aspirasi mereka sudah diakomodir dan sudah ada nota kesepahaman antara merrka dan Pak Teten," katanya.
Lantas bagaimana jika pukul 20.00 WIB para demonstran tak membubarkan diri? Irjen Pol M Iriawan mengaku akan melihat perkembangan nanti.
"Lihat perkembangan ya, yang jelas terima kasih mereka juga sudah komitmen dengan kita untuk tidak melakukan langkah-langkah yang kontraproduktif artinya anarkis dan lain sebagainya. Kita tunggu mudah-mudahan mereka akan bubar setelah jam 8. Kita kasih kesempatan untuk salat Isya," katanya.
Sebelumnya, para demonstran sempat diterima oleh Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki untuk menyampaikan aspirasinya. Namun, mereka kecewa karena tak langsung bisa bertemu Presiden Jokowi. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya