Kapolda Jabar tegaskan usut penganiayaan yang dilakukan Kombes Ekotrio

Selasa, 26 Juni 2018 23:34 Reporter : Aksara Bebey
Kapolda Jabar tegaskan usut penganiayaan yang dilakukan Kombes Ekotrio Kapolda Jabar Irjen Budi Agung. ©2017 Merdeka.com/Andrian Salam Wiyono

Merdeka.com - Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan Kepala Pusat Pendidikan Administrasi (Kapusdikmin) Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) Kombes Ekotrio Budhiniar akan diusut tuntas. Saat ini kasus tersebut sedang ditangani Ditreskrimum Polda Jabar.

Agung membenarkan peristiwa itu terjadi, dan pihaknya akan bersikap profesional dalam melakukan penyelidikan.

"Tentu kita proses pidananya," ucap Agung saat ditemui di sela-sela pemantauan TPS di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jabar, Selasa (26/6).

Dia menjelaskan, semua proses dilakukan secara bertahap. Korban sudah divisum dan sedang diperiksa. Setelah rampung, proses selanjutnya adalah meminta keterangan dari terlapor.

Agung menambahkan, Kombes Ekotrio terancam hukuman pidana Pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan. Ancaman hukuman bisa mencapai 5 tahun penjara. "Pasal 351 ada ancamannya maksimal 5 tahun kalau (korban) meninggal dunia. Tapi kan ini tidak, nanti dilihat dulu," kata Agung.

Diberitakan merdeka.com sebelumnya, Kepala Pusat Pendidikan Administrasi (Kapusdikmin) Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) Kombes Ekotrio Budhiniar diduga menganiaya tujuh anggotanya. Para korban yang dianiaya mengalami robek di kepala hingga muntah-muntah.

"Satu sempat muntah, tapi yang lain luka robek di kepala, ada yang benjol di kepala," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/6).

Setyo tidak mau berspekulasi terkait kondisi terburuk ketujuh anggota setelah dihantam helm kepalanya. Yang pasti, dia menegaskan, aksi kekerasan di Polri tidak dibenarkan. "Sudah dimintakan visum. Kita tunggu," kata dia.

Menurut Setyo, tim dari Itwasum dan Divisi Propam Polri telah diterjunkan ke Jawa Barat untuk mengusut penganiayaan tersebut. Perwira menengah itu pun terancam sanksi.

"Ada dua (ancaman sanksi), etika dan pidana. Kalau dilaporkan pidana bisa juga karena sudah melanggar Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan," kata Setyo.

Sebelumnya diberitakan, Kapusdikmin Lemdikpol Kombes Ekotrio Budhiniar diduga menganiaya tujuh anggota Polri yang tengah berjaga di Pusdikmin, Gedebage, Bandung, Jawa Barat, pagi tadi. Aksi tersebut dilakukan setelah pelaku diduga kesal lantaran mobilnya tidak bisa masuk karena terhalang mobil boks pengantar makanan siswa yang hendak keluar.

Ekotrio kemudian turun dari mobil dan marah-marah. Perwira menengah itu lantas mengambil helm baja yang ada di pos penjagaan dan menghantamkan ke kepala anggota piket. Tak hanya itu, dia juga mengumpulkan anggota piket lainnya dan dihantam pula kepalanya menggunakan helm yang sama. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini